Internasional

Inovasi dan Teknologi Internasional: Cina dan ASEAN

×

Inovasi dan Teknologi Internasional: Cina dan ASEAN

Share this article
Inovasi dan Teknologi Internasional: Cina dan ASEAN
Inovasi dan Teknologi Internasional: Cina dan ASEAN

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Perkembangan teknologi dan inovasi internasional terus berlangsung dengan cepat, terutama di Cina dan negara-negara ASEAN. Baru-baru ini, tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih medali emas pada ajang The 9th China (Shanghai) International Exhibition of Inventions 2026. Mereka mempresentasikan produk kesehatan berbasis kombinasi ekstrak selada laut dan lidah buaya untuk perawatan kulit eksim kering.

Sementara itu, di dunia politik internasional, Presiden Donald Trump mengakui bahwa apa yang dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah sebuah pembantaian terhadap bangsa Lebanon. Trump juga menyatakan bahwa Israel menyerang gedung-gedung sipil hingga menewaskan ribuan warga Lebanon hanya untuk mencari satu anggota Hizbullah.

📖 Baca juga:
Krisis Energi dan Pangan Global Memuncak: Uni Eropa Siapkan Strategi, FAO Peringatkan Inflasi Akibat Selat Hormuz

Di bidang penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bersama PT Angkasa Pura Indonesia berencana menggelar pertemuan maskapai penerbangan negara-negara ASEAN dan Cina di Yogyakarta pada 7-9 Juli mendatang. Agenda ini diharapkan dapat mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari daratan Tiongkok menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

India juga berencana mengajukan pesanan drone militer terbesar dalam sejarahnya dengan nilai lebih dari 2 miliar dolar AS kepada produsen dalam negeri. Rencana ini tercatat sebagai pengadaan sistem nirawak terbesar yang pernah dilakukan India. Drone-drone itu rencananya akan dikerahkan di sejumlah perbatasan paling sensitif India, termasuk Garis Kendali Aktual (Line of Actual Control) dengan Cina.

📖 Baca juga:
Indonesia dan AS Tandatangani Kemitraan Pertahanan Besar di Tengah Ketegangan Iran

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tengah menyiapkan program yang disebut brain factory sebagai upaya memperkuat ekosistem sumber daya manusia di bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut Luhut, ketersediaan talenta unggul menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pemain dalam pengembangan AI di tingkat global.

Kesimpulan, perkembangan teknologi dan inovasi internasional terus berlangsung dengan cepat, terutama di Cina dan negara-negara ASEAN. Dari produk kesehatan hingga teknologi kecerdasan buatan, semua bidang terus berkembang untuk meningkatkan kualitas hidup dan keamanan negara.

📖 Baca juga:
Kazakhstan Luncurkan Proyek Angin Kazakhstan $1,2 Miliar, Perkuat Hubungan Strategis dengan Mongolia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *