Internasional

Armenia Pilih Jalan Eropa, Russia Kecewa

×

Armenia Pilih Jalan Eropa, Russia Kecewa

Share this article
Armenia Pilih Jalan Eropa, Russia Kecewa
Armenia Pilih Jalan Eropa, Russia Kecewa

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Juni 2026 | Armenia baru saja mengadakan pemilihan parlemen, dan hasilnya menunjukkan bahwa partai yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nikol Pashinyan, Civil Contract, memenangkan kursi mayoritas di parlemen. Hal ini menandakan bahwa Armenia akan terus menjalankan kebijakan pro-Eropa.

Russia, yang sebelumnya memiliki pengaruh besar di Armenia, tampaknya kecewa dengan hasil pemilihan ini. Menteri Luar Negeri Russia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa Uni Eropa telah melakukan intervensi dalam pemilihan parlemen Armenia dan bahwa Armenia tidak memiliki status sebagai calon anggota Uni Eropa.

📖 Baca juga:
Kapal Rusia Diam-Diam Kirim Nuklir ke Korut, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pashinyan sendiri telah menyatakan bahwa Armenia akan terus menjalankan kebijakan pro-Eropa dan bahwa ia akan bertindak lebih berani dalam menjalankan kebijakan ini. Ia juga menyatakan bahwa Armenia akan terus menjalin hubungan dengan Russia, tetapi dengan cara yang lebih seimbang.

Hasil pemilihan parlemen Armenia ini juga memiliki dampak pada hubungan Armenia dengan negara-negara lain, termasuk Azerbaijan dan Turki. Pashinyan telah menyatakan bahwa ia akan terus berusaha untuk menyelesaikan konflik dengan Azerbaijan dan bahwa ia akan bekerja sama dengan Turki untuk meningkatkan hubungan bilateral.

📖 Baca juga:
Xi Jinping dan Vladimir Putin Perkuat Kerja Sama Strategis di Tengah Geopolitik Global yang Tidak Stabil

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi beberapa peristiwa yang terkait dengan Armenia, termasuk pernyataan dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menyatakan bahwa ia percaya bahwa visi Pashinyan untuk menjalin perdamaian akan berhasil. Selain itu, terjadi juga pertemuan antara Pashinyan dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, yang membahas tentang penyelesaian konflik antara kedua negara.

Kesimpulan dari peristiwa-peristiwa ini adalah bahwa Armenia telah memilih jalan Eropa dan bahwa Russia kecewa dengan hasil pemilihan parlemen Armenia. Namun, Armenia akan terus menjalin hubungan dengan Russia dan negara-negara lain, termasuk Azerbaijan dan Turki, untuk meningkatkan kepentingan nasionalnya.

📖 Baca juga:
Malaysia Menghadapi Tantangan Energi dan Geopolitik: Dari Ketergantungan Energi hingga Diplomasi Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *