Daerah

Sherly Tjoanda Guncang Maluku Utara: Dari Dive Spot Hingga Kebijakan Tiket Udara

×

Sherly Tjoanda Guncang Maluku Utara: Dari Dive Spot Hingga Kebijakan Tiket Udara

Share this article
Sherly Tjoanda Guncang Maluku Utara: Dari Dive Spot Hingga Kebijakan Tiket Udara
Sherly Tjoanda Guncang Maluku Utara: Dari Dive Spot Hingga Kebijakan Tiket Udara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, kembali menjadi sorotan nasional setelah serangkaian inisiatifnya memadukan wisata bahari, kebijakan transportasi, dan peran strategis di panggung budaya Indonesia. Sebagai sosok yang dikenal gemar menyelam, ia memanfaatkan hobi pribadi untuk mengangkat profil pariwisata bawah laut provinsi, sekaligus mengatasi tantangan harga tiket pesawat yang kerap menjadi keluhan warga di wilayah timur.

Berbasis pada kecintaannya pada dunia selam, Sher Sherly meluncurkan program “Dive Maluku Utara” pada awal 2024. Program ini menargetkan tiga lokasi selam unggulan: Pulau Ternate, Pulau Bacan, dan perairan sekitar Pulau Sula. Melalui kerja sama dengan operator selam lokal, pemerintah menyediakan pelatihan bersertifikat bagi pemandu selam, perbaikan fasilitas pantai, serta promosi digital yang menyoroti keanekaragaman terumbu karang.

📖 Baca juga:
Jaksa Agung Burhanuddin Tunjuk 14 Kajati Baru, Dari Jawa Barat hingga Sumatra Utara, Serta Tegas Larang Kriminalisasi Kepala Desa
  • Pelatihan 150 pemandu selam bersertifikat internasional.
  • Pembangunan tiga pusat edukasi kelautan di Ternate, Bacan, dan Sula.
  • Pengembangan paket wisata selam terjangkau untuk wisatawan domestik.

Hasilnya, kunjungan wisatawan selam meningkat 38% pada tahun 2025, membawa dampak positif bagi ekonomi perikanan dan UMKM setempat.

Di samping promosi wisata, Sherly menanggapi keluhan lama warga tentang harga tiket pesawat yang tinggi ke Indonesia Timur. Pada awal 2025, ia menggelar dialog terbuka dengan maskapai penerbangan utama, menuntut penurunan tarif serta peningkatan frekuensi penerbangan. Kebijakan tersebut berujung pada penandatanganan nota kesepahaman dengan dua maskapai, yang berkomitmen menurunkan tarif rute Batam‑Manado‑Ternate sebesar 12% dan menambah satu penerbangan mingguan pada rute Jakarta‑Ternate. Langkah ini diharapkan menurunkan biaya perjalanan bagi pelancong dan memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok.

Tak hanya di bidang transportasi, Sherly juga terlibat dalam dunia budaya. Pada acara Puteri Indonesia 2026, ia ditunjuk sebagai salah satu juri utama, bersama Menteri Pariwisata dan Menteri UMKM. Keputusan tersebut menandakan pengakuan pemerintah atas kapabilitasnya dalam menilai nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan potensi pengembangan wilayah. Dalam proses penjurian, Sherly menekankan pentingnya kandidat yang dapat menjadi duta pariwisata, khususnya mempromosikan keindahan alam timur Indonesia, termasuk destinasi selam yang ia kembangkan.

📖 Baca juga:
Megawati Serukan Konferensi Asia-Afrika Jilid II pada Peringatan 70 Tahun KAA, Tanggapi Geopolitik Global

Pengaruhnya semakin terlihat pada acara penghargaan nasional. Pada April 2026, Dr. Ir. Yana Astuti, Kepala BPJN Maluku, menerima Anugerah Kartini Infrastruktur Nasional 2026. Daftar penerima penghargaan mencakup 25 tokoh, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Penyerahan penghargaan menegaskan peran strategisnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk jalan yang menghubungkan desa-desa terpencil ke pelabuhan selam utama. Yana Astuti menyatakan, “Kepemimpinan Sherly memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan di wilayah kepulauan dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.”

Berbagai inisiatif tersebut menghasilkan dampak sosial‑ekonomi yang signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik Maluku Utara, pendapatan per kapita provinsi naik 7,4% pada kuartal terakhir 2025, didorong oleh peningkatan wisata selam dan penurunan biaya transportasi. Selain itu, lapangan kerja di sektor pariwisata dan logistik meningkat 15 ribu posisi, banyak di antaranya diisi oleh penduduk lokal yang sebelumnya bergantung pada pertanian subsisten.

Ke depan, Sherly Tjoanda menargetkan pencapaian ambisius: menjadikan Maluku Utara sebagai destinasi selam kelas dunia pada 2028, serta memperluas jaringan transportasi udara dengan membuka bandara mikro di tiga pulau terpencil. Jika berhasil, provinsi ini tidak hanya akan memperkuat posisi ekonomi regional, tetapi juga menjadi contoh model pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.

📖 Baca juga:
Gede Pasek Suardika Genggam Kemudi PKN: Anas Urbaningrum Mundur, Partai Siap Redefinisi Identitas Nusantara

Dengan memadukan kecintaan pribadi pada diving, kebijakan transportasi yang pro‑rakyat, dan kontribusi pada panggung budaya nasional, Sherly Tjoanda membuktikan bahwa kepemimpinan daerah dapat menjadi katalisator perubahan positif bagi seluruh negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *