Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Agustus 2026 | Penerbangan Biman Bangladesh Airlines dari Toronto ke Dhaka berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan penumpang setelah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Fiumicino, Roma, Italia. Pesawat yang membawa 259 penumpang tersebut mengalami masalah teknis yang menyebabkan AC di dalam kabin tidak berfungsi, sehingga penumpang harus menghabiskan waktu delapan jam di dalam pesawat tanpa pendingin udara yang memadai.
Setelah berusaha memperbaiki masalah teknis, penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan, dan penumpang diminta untuk turun dari pesawat dan dipindahkan ke terminal bandara. Namun, karena masalah visa, setidaknya 170 penumpang tidak diizinkan untuk meninggalkan bandara dan harus menghabiskan waktu hampir 40 jam di bandara, tanpa akomodasi yang memadai.
Penumpang, termasuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki bayi, mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan obat-obatan. Beberapa penumpang bahkan mengeluh tentang sulitnya mendapatkan popok dan makanan bayi.
Biman Bangladesh Airlines telah mengirimkan tim teknisi dari Bangladesh ke Roma untuk memperbaiki pesawat, dan setelah diperbaiki, pesawat tersebut akhirnya dapat terbang kembali dan tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dan kenyamanan penerbangan, serta perlunya perhatian lebih serius dari maskapai penerbangan dan otoritas bandara untuk memastikan bahwa penumpang mendapatkan perlakuan yang layak dan aman selama penerbangan.
Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Sipil Bangladesh telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan diskon khusus kepada para pejuang kemerdekaan yang terlibat dalam pemberontakan Juli, termasuk diskon 36% pada hotel-hotel yang dikelola oleh Bangladesh Parjatan Corporation (BPC) dan tarif khusus pada tiket Biman Bangladesh Airlines.









