BERITA

Anggaran Video Conference Rp5,7 Miliar BGN Dadan Hindayana Jelaskan Kebutuhan Koordinasi MBG

×

Anggaran Video Conference Rp5,7 Miliar BGN Dadan Hindayana Jelaskan Kebutuhan Koordinasi MBG

Share this article
Anggaran Video Conference Rp5,7 Miliar BGN Dadan Hindayana Jelaskan Kebutuhan Koordinasi MBG
Anggaran Video Conference Rp5,7 Miliar BGN Dadan Hindayana Jelaskan Kebutuhan Koordinasi MBG

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | JAKARTA, 26 April 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) berada di garis depan sorotan publik setelah terungkap pengadaan layanan video conference senilai Rp5,7 miliar untuk periode April hingga Desember 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan komprehensif mengenai alasan strategis di balik anggaran tersebut, menegaskan bahwa investasi digital ini menjadi tulang punggung koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ribuan pihak di tingkat pusat, daerah, dan lapangan.

Menurut Dadan, program MBG merupakan inisiatif prioritas nasional yang menuntut sinkronisasi cepat, serentak, dan terdokumentasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Koordinasi yang efektif tidak dapat dijalankan hanya dengan sarana konvensional. Kami membutuhkan platform yang mampu menampung ribuan peserta secara bersamaan, sehingga arahan teknis dapat disampaikan secara seragam,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

📖 Baca juga:
Tragedi Selancar di Pantai Parangtritis: Remaja Hilang Terseret Arus, Tim SAR Berjuang 24 Jam

Layanan video conference yang dipilih BGN berbasis enterprise, dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Platform ini memiliki kapasitas aktif sekitar 5.000 pengguna dan mampu menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual. Fitur-fitur utama meliputi:

  • Penyimpanan otomatis seluruh rekaman rapat untuk keperluan audit dan evaluasi.
  • Integrasi dengan sistem manajemen data gizi nasional, memungkinkan distribusi pedoman teknis secara real‑time.
  • Keamanan berlapis dengan enkripsi end‑to‑end untuk melindungi data sensitif.

Penggunaan layanan ini meluas ke berbagai kegiatan, antara lain rapat koordinasi nasional‑daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, forum evaluasi program, serta edukasi publik. Dadan menambahkan, dengan kapasitas besar tersebut, BGN dapat menjangkau pelaksana di seluruh pelosok Indonesia secara simultan, sehingga standar operasional dapat diterapkan secara konsisten.

Anggaran sebesar Rp5,7 miliar mencakup lisensi perangkat lunak, biaya infrastruktur server, serta pelatihan teknis bagi staf BGN dan mitra daerah. Dadan menegaskan bahwa dana tersebut telah melalui proses perencanaan matang dan tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). “Tidak semua item yang tercatat di SIRUP otomatis dilaksanakan, namun anggaran ini sudah disetujui dan dialokasikan untuk kebutuhan mendesak program MBG,” jelasnya.

📖 Baca juga:
Mencekam! Bentrokan di Halmahera Menggugah Bayang‑Bayang Tragedi Maluku 1999, Mengapa Konflik Kecil Bisa Membakar Isu SARA?

Selain video conference, BGN juga menghadapi pertanyaan publik terkait pengadaan fasilitas lain, termasuk kamera CCTV untuk SPPG. Pada sebuah sesi wawancara di kanal YouTube Kompas TV, Dadan mengungkap bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat menelpon menanyakan rincian anggaran CCTV. Dadan menjelaskan bahwa anggaran sewa CCTV telah direvisi dan kini dialihkan kepada mitra melalui skema kemitraan. “CCTV kini menjadi bagian dari sistem Internet of Things (IoT) yang kami kembangkan, sehingga mitra bertanggung jawab atas pemasangan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” papar Dadan.

Interaksi Dadan dengan media sosial juga menjadi sorotan. Kepala BGN mengakui bahwa ia rutin memantau komentar warganet terkait program MBG, termasuk komentar yang bersifat humor. “Saya melihat semua posting, tidak hanya yang tentang saya, tapi juga tentang kebijakan presiden. Komentar yang lucu‑lucu memberi gambaran betapa publik sangat peduli pada program ini,” ujar Dadan sambil tersenyum.

Beberapa isu lain yang sempat mengemuka meliputi pengadaan sepeda motor, kaus kaki, dan perlengkapan lain untuk kegiatan pelatihan. Dadan menegaskan semua pengadaan tersebut berada dalam kerangka program pendidikan dan penggerak pembangunan, serta telah disesuaikan dengan mekanisme kemitraan yang mengurangi beban anggaran negara.

📖 Baca juga:
Mayjen Piek Budyakto Lantik 137 Bintara Infanteri, Pesannya Tegas untuk Prajurit Muda

Secara keseluruhan, Dadan Hindayana menegaskan bahwa anggaran video conference merupakan investasi strategis untuk menjamin keberhasilan program MBG. Dengan platform digital yang handal, BGN berharap dapat mempercepat distribusi gizi, meningkatkan akurasi pelaporan, dan menurunkan kesenjangan layanan gizi di wilayah‑wilayah terpencil.

Keberhasilan koordinasi melalui layanan video conference diharapkan menjadi model bagi kementerian dan lembaga lain dalam mengoptimalkan program berskala nasional, terutama di era digital yang menuntut respons cepat dan transparansi tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *