Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Mei 2026 | Harga dolar hari ini menjadi sorotan banyak pihak, terutama setelah rupiah melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung melemah pada rentang Rp17.470 hingga Rp17.530 per dolar AS.
Menurut data Trading View, rupiah ditutup melemah sebesar 1,12% ke level Rp17.655 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi sejumlah mata uang Asia Tenggara lainnya.
Ringgit Malaysia mengalami pelemahan terhadap dolar AS sebesar 0,63%, diikuti Peso Filipina melemah 0,09%, rupee India turun sebesar 0,33%. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berdampak pada harga komoditas, terutama daging sapi dan kedelai.
Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Menurutnya, fluktuasi nilai tukar dolar AS tak perlu dikhawatirkan. Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh Rp 17.500.
Rupiah melemah ke Rp 17.400 per US$ 1, berpotensi menaikkan harga mobil di Indonesia. CEO Indomobil menunggu kepastian dari prinsipal dan pemerintah. Bank Indonesia (BI) dipastikan tetap berada di pasar untuk melakukan stabilisasi.
BI juga terus melakukan intervensi di pasar offshore secara berkesinambungan mulai dari pasar New York, Asia, hingga Eropa. BI juga akan melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik sejak pembukaan tanggal 18 Mei mendatang melalui pasar valas (spot dan DNDF) serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Pemerintah dan BI optimistis rupiah menguat semester II 2026. Pelemahan rupiah disebut hanya dipengaruhi faktor musiman dan sentimen jangka pendek, bukan masalah fundamental ekonomi Indonesia.
Kesimpulan, harga dolar hari ini mempengaruhi nilai tukar rupiah. Rupiah melemah terhadap dolar AS berdampak pada harga komoditas dan potensial menaikkan harga mobil di Indonesia. BI dan pemerintah berupaya melakukan stabilisasi dan intervensi untuk menguatkan rupiah.











