Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,76% pada sesi pertama perdagangan saham Senin, 18 Mei 2026. IHSG ditutup turun 3,76% menjadi 6.470,34. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,06% menjadi 637,77. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Saham-saham di papan utama seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Aneka Tambang Tbk (ANTM), hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masuk dalam daftar saham yang mencetak nilai transaksi jumbo.
Pada pukul 10.50 WIB, saham BMRI mencetak nilai transaksi sebesar Rp671,9 miliar, BBCA Rp578,1 miliar, ANTM Rp512,7 miliar, BBRI Rp382,7 miliar, dan BUMI Rp304,7 miliar.
Saham ANTM anjlok 12% ke Rp3.080, BBCA koreksi 2,87% ke Rp5.925, BMRI koreksi 2,14% ke Rp4.110, dan BUMI turun 5,61% ke Rp202.
Menjelang reses sesi pertama pukul 12.00 WIB, IHSG terus turun lebih dari 4,60% ke level 6.412 pada pukul 11.10 WIB. Sebanyak 741-743 saham turun harga, 148 saham stagnan, dan hanya 68-69 saham yang bergerak naik.
Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada sejumlah saham perbankan dan pertambangan di pasar modal Indonesia. Aksi jual ini terjadi di tengah sentimen negatif pasar global dan domestik.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi pertama perdagangan hari ini. Nilai aksi jual asing di saham BBRI mencapai Rp273,55 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,97 juta saham dan frekuensi perdagangan mencapai 57,02 ribu kali.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti ASII, MEDC, hingga CPIN masih bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan untuk perdagangan 18-22 Mei 2026, fokus pasar masih akan tertuju pada implementasi MSCI rebalancing menjelang effective date 29 Mei 2026.
Voltalitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi closing auction yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio passive funds global.
Kesimpulan, IHSG anjlok 3,76% pada sesi pertama perdagangan saham Senin, 18 Mei 2026, dengan saham-saham di papan utama seperti BMRI, BBCA, ANTM, dan BUMI mencetak nilai transaksi jumbo. Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada sejumlah saham perbankan dan pertambangan di pasar modal Indonesia.











