OLAHRAGA

Eks Persebaya George Brown Buka-bukaan Krisis PSBS Biak: Gaji Mandek, Mess Diusir, Latihan Terhenti

×

Eks Persebaya George Brown Buka-bukaan Krisis PSBS Biak: Gaji Mandek, Mess Diusir, Latihan Terhenti

Share this article
Eks Persebaya George Brown Buka-bukaan Krisis PSBS Biak: Gaji Mandek, Mess Diusir, Latihan Terhenti
Eks Persebaya George Brown Buka-bukaan Krisis PSBS Biak: Gaji Mandek, Mess Diusir, Latihan Terhenti

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Mantan bek Persebaya Surabaya, George Brown, mengungkap kondisi memprihatinkan yang melanda PSBS Biak menjelang laga melawan Persija pada Sabtu (18/4/2026). Brown, yang kini menjadi salah satu pemain inti PSBS, menyatakan bahwa klub berada di ambang krisis total yang mencakup keterlambatan pembayaran gaji, penggusuran mess pemain, hingga penghentian sesi latihan karena lapangan tidak dapat digunakan.

Menurut pernyataan yang disampaikan kepada media pada Kamis, 16 April, para pemain dan staf PSPS Biak belum menerima hak mereka selama dua setengah hingga tiga bulan terakhir. “Kami menulis surat resmi kepada otoritas sepak bola dan pihak terkait meminta bantuan, karena situasi ini sudah mengancam keberlangsungan tim,” ujar Brown tanpa menyembunyikan rasa frustrasinya.

📖 Baca juga:
Thomas Cup 2026: Indonesia Siapkan Skuad Mewah Redam Taiwan, China Terancam Celah – Analisis Lengkap

Berikut rangkuman masalah utama yang dihadapi PSBS Biak:

  • Gaji mandek: Lebih dari setengah skuad belum menerima gaji sejak akhir Januari 2026. Beberapa pemain mengaku harus mengandalkan tabungan pribadi atau bantuan keluarga untuk menutupi kebutuhan hidup.
  • Mess pemain diusir: Apartemen yang selama ini menjadi tempat tinggal para pemain asing dan lokal tidak lagi dapat dipergunakan. Pengelola mess menuntut pembayaran tunggakan sewa, sehingga pemain dipaksa mencari tempat tinggal alternatif dengan kondisi yang jauh kurang memadai.
  • Latihan terhenti: Lapangan latihan utama PSBS Biak tidak dapat digunakan karena belum dibayar sewa ke pemilik properti. Akibatnya, tim tidak dapat melaksanakan sesi latihan rutin menjelang pertandingan penting melawan Persija.
  • Kendaraan tim ditarik: Armada bus dan mobil operasional tim juga mengalami penahanan oleh pihak penyedia layanan karena tagihan yang belum dibayar.

Situasi keuangan klub yang merosot ini berdampak langsung pada persiapan taktik dan kebugaran pemain. “Kemarin kami tidak latihan karena lapangan tidak dibayar. Kami harus menghadapi Persija tanpa persiapan yang memadai,” keluh Brown. Ia menambahkan bahwa kondisi mental pemain menurun tajam, mengingat ketidakpastian pembayaran gaji dan kehilangan tempat tinggal.

Dalam surat resmi yang diterima oleh media, pihak manajemen PSBS Biak mengakui adanya keterlambatan pembayaran namun menyatakan sedang mencari solusi melalui sponsor dan dukungan pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret yang terlihat, sehingga tekanan kepada pemain semakin berat.

📖 Baca juga:
FIFA Tegaskan Iran Takkan Ditinggalkan Piala Dunia 2026 Meski Trump Mengabaikannya

Persaingan di Liga 2 Indonesia semakin ketat, dan PSBS Biak berpotensi terpuruk jika tidak segera mengatasi krisis internal. Analisis para pengamat menyebutkan bahwa kegagalan mengatasi masalah keuangan dapat berujung pada penurunan prestasi, potensi degradasi, serta kehilangan pemain asing yang menjadi andalan tim.

Selain dampak finansial, krisis ini juga menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola klub. Beberapa aktivis sepak bola menilai bahwa pengawasan dari PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) belum optimal, terutama dalam memastikan klub memenuhi standar operasional minimum, termasuk pembayaran gaji dan penyediaan fasilitas dasar bagi pemain.

Untuk mengatasi situasi ini, beberapa langkah yang diusulkan meliputi:

📖 Baca juga:
Tragedi Berekum Chelsea: Dominik Frimpong Tewas Usai Serangan Bus, Reaksi Nasional dan Penangkapan Pelaku
  1. Pembentukan tim krisis khusus yang melibatkan perwakilan pemain, manajemen, dan pihak sponsor.
  2. Negosiasi ulang kontrak sewa mess dan fasilitas latihan dengan penyedia layanan.
  3. Pengajuan bantuan dana darurat melalui federasi provinsi atau sponsor lokal.
  4. Transparansi publik mengenai kondisi keuangan klub untuk meningkatkan akuntabilitas.

Meski berada dalam kondisi tertekan, pemain PSBS Biak, termasuk Brown, tetap bertekad untuk memberikan penampilan terbaik saat melawan Persija. “Kami tetap berjuang demi kebanggaan kota Biak dan para suporter. Kami tidak ingin masalah ini mempengaruhi hasil di lapangan,” tutupnya dengan semangat.

Dengan situasi yang masih berkembang, perhatian publik dan otoritas sepak bola diharapkan dapat mempercepat penyelesaian krisis. Hanya dengan dukungan bersama, PSBS Biak dapat kembali stabil dan bersaing secara kompetitif di Liga 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *