BERITA

Mogok Kerja Melanda Perusahaan Raksasa, Mengancam Rantai Pasokan Global

×

Mogok Kerja Melanda Perusahaan Raksasa, Mengancam Rantai Pasokan Global

Share this article
Mogok Kerja Melanda Perusahaan Raksasa, Mengancam Rantai Pasokan Global
Mogok Kerja Melanda Perusahaan Raksasa, Mengancam Rantai Pasokan Global

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Mogok kerja kembali melanda salah satu perusahaan raksasa di dunia, Samsung Electronics. Aksi mogok kerja ini dilakukan oleh sekitar 50.000 buruh yang menuntut perbaikan hak-hak pekerja dan kenaikan upah. Keputusan untuk melakukan aksi mogok kerja ini diambil setelah perundingan antara serikat pekerja dan manajemen Samsung Electronics gagal mencapai kesepakatan.

Ketua serikat pekerja Samsung Electronics, Choi Seung-ho, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan kembali berunding sebelum perusahaan memenuhi tuntutan utama terkait bonus berbasis kinerja. Ia juga menegaskan bahwa serikat pekerja akan menggunakan hak yang dijamin konstitusi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja.

📖 Baca juga:
Khofifah Kabulkan Tuntutan Buruh: Koridor Trans Jatim Siap Layani Pasuruan Raya

Mogok kerja ini memperbesar risiko terganggunya produksi di perusahaan pembuat cip memori terbesar dunia tersebut. Hal ini juga memunculkan ancaman baru bagi rantai pasok semikonduktor global di tengah ledakan permintaan cip kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Peristiwa mogok kerja ini juga mengingatkan kembali pada perjuangan Marsinah, seorang buruh perempuan yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Marsinah lahir di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969, dan tumbuh dalam keluarga sederhana. Ia bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo dan dikenal vokal memperjuangkan kenaikan upah dan kondisi kerja yang lebih layak bagi buruh.

Pada Mei 1993, Marsinah ikut memimpin aksi mogok kerja dan demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan gaji sesuai aturan pemerintah Jawa Timur. Setelah aktif mendampingi rekan-rekannya dalam aksi tersebut, Marsinah menghilang selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan tewas dengan tanda-tanda penyiksaan berat.

📖 Baca juga:
May Day 2026: Prabowo Serukan Reformasi Sementara Rafael Struick Hadapi Krisis di Timnas

Kasus kematiannya menjadi salah satu simbol pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap aktivis buruh di Indonesia. Hingga kini, nama Marsinah terus dikenang sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya membela hak-hak pekerja di Indonesia. Prabowo juga berziarah ke makam Marsinah dan menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan.

Dalam acara peresmian museum, Prabowo mengungkapkan adanya aspirasi untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Aspirasi ini datang langsung dari kalangan pekerja di Tanah Air.

📖 Baca juga:
Demo Kedubes AS Mengguncang Jakarta: Massa Dukung Paus Leo XIV Hentikan Perang Iran!

Kesimpulan dari peristiwa mogok kerja di Samsung Electronics dan perjuangan Marsinah adalah bahwa hak-hak pekerja harus selalu dijaga dan diperjuangkan. Pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pekerja mendapatkan upah yang layak dan kondisi kerja yang aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *