Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 berakhir dengan kemenangan Persib 2-1. Namun, keributan antarpemain mewarnai akhir pertandingan tersebut.
Insiden tersebut menjadi sorotan setelah muncul video yang memperlihatkan dugaan aksi pemain Persija, Rizky Ridho, menjambak rambut gelandang muda Persib, Beckham Putra Nugraha.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengaku belum melihat secara detail insiden yang terjadi di lapangan. Menurutnya, rekaman video yang beredar juga tidak terlalu jelas.
Arya berharap situasi tersebut tidak berkembang menjadi persoalan besar. Ia menilai para pemain yang terlibat, sudah saling mengenal karena sering bersama di Timnas Indonesia.
Keributan terjadi tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Beckham Putra terlihat berada di tengah situasi panas dan sempat terlibat adu argumen dengan beberapa pemain Persija sebelum akhirnya diamankan oleh Andritany Ardhiyasa dan Marc Klok.
Laga Persib kontra Persija sendiri berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal pertandingan. Persib berhasil menang dramatis 2-1 atas rival abadinya tersebut dalam duel yang turut memengaruhi persaingan papan atas klasemen Super League Indonesia musim 2025/26.
PSSI belum memproses keributan pemain Persija vs Persib karena bukti video dianggap tidak jelas. Arya Sinulingga menduga interaksi pemain hanya candaan karena mereka sama-sama membela Timnas Indonesia.
Federasi sepak bola Indonesia menunggu laporan resmi sebelum memutuskan adanya investigasi atau sanksi.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi imbau Bobotoh untuk tidak euforia berlebihan usai Persib kalahkan Persija.
Keributan antarpemain mewarnai akhir laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-32 Super League Indonesia 2025/26 di Stadion Segiri, Samarinda.
Kesimpulan dari keributan antarpemain Persija dan Persib Bandung adalah bahwa PSSI belum bertindak karena kurangnya bukti yang jelas. Namun, federasi sepak bola Indonesia akan menunggu laporan resmi sebelum memutuskan adanya investigasi atau sanksi.











