Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri bantuan militer dari Amerika Serikat (AS) dan mengubah status hubungan kedua negara menjadi kemitraan. Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan CBS News.
Netanyahu menjelaskan bahwa Israel ingin menjadi negara yang mandiri dan tidak terlalu bergantung pada bantuan AS. Ia juga menekankan bahwa hubungan antara Israel dan AS harus berubah dari sekadar penerima bantuan menjadi kemitraan yang setara.
Menurut Netanyahu, perang dengan Iran belum berakhir dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghilangkan ancaman nuklir dari negara tersebut. Ia juga menekankan bahwa Israel dan AS harus bekerja sama untuk menghadapi ancaman ini.
Survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat AS terhadap Netanyahu telah menurun. Sebagian besar masyarakat AS, sekitar 59%, mengatakan bahwa mereka tidak percaya diri terhadap kemampuan Netanyahu dalam menangani masalah dunia.
Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah membicarakan rencana untuk mengakhiri bantuan militer AS dengan Presiden AS, Donald Trump. Ia menekankan bahwa Israel ingin menjadi negara yang kuat dan mandiri, dan bahwa hubungan dengan AS harus berubah untuk mencapai tujuan ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah mengalami perubahan signifikan dalam hubungannya dengan AS. Dengan keinginan Netanyahu untuk mengakhiri bantuan militer AS dan mengubah status hubungan kedua negara, Israel berharap dapat memperkuat posisinya di kancah internasional dan meningkatkan kemandirian negara.











