Kesehatan

Hantavirus: Ancaman Baru yang Membutuhkan Kesiapsiagaan Masyarakat

×

Hantavirus: Ancaman Baru yang Membutuhkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Share this article
Hantavirus: Ancaman Baru yang Membutuhkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Hantavirus: Ancaman Baru yang Membutuhkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Hantavirus, sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus hantavirus, telah menjadi perhatian global setelah menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius. Di Indonesia, Kemenkes mencatat 23 kasus hantavirus tersebar di sembilan provinsi. Meskipun demikian, Dinkes Surabaya memastikan tidak ada kasus hantavirus di Kota Pahlawan.

Menurut Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, hantavirus bukanlah penyakit baru karena sudah lama dikenal di dunia medis. Penularannya diketahui berasal dari tikus, namun kasusnya bersifat sporadik sehingga belum menimbulkan lonjakan kasus seperti penyakit menular lainnya.

📖 Baca juga:
SIM Keliling Surabaya 14-18 April 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Persyaratan Perpanjangan

Gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold, sehingga masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu merasa khawatir berlebihan. Langkah penting saat ini adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh. Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau kembali menerapkan kebiasaan hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup, hingga menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian. Dokter Billy menyebut sejumlah negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan kembali menggunakan alat pelindung diri seperti saat Pandemi Covid-19.

📖 Baca juga:
Sarah Danh Terbang ke AS: Evakuasi Medis Darurat Pasca Malam Mewah di Jepang

DPR juga mendukung penguatan sistem One Health untuk menghadapi ancaman hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut telah meminta panduan resmi kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pelaksanaan skrining hantavirus. Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi penyebaran hantavirus.

Masyarakat diminta untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun apabila harus beraktivitas, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari penularan hantavirus dan menjaga kesehatan tubuhnya.

📖 Baca juga:
Kemenkes investigasi dokter magang: Penyebab Kematian Dr. Myta dan Rencana Evaluasi Program Internship

Dalam menghadapi ancaman hantavirus, kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat sangat penting. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi penyebaran hantavirus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *