Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Cristian Chivu, mantan bek Inter Milan, telah mencatat sejarah dengan membawa timnya menjadi juara Serie A musim 2025/2026. Ini merupakan gelar Scudetto pertama Chivu sebagai pelatih, dan dia berhasil meraihnya pada musim pertamanya di tim.
Chivu menggantikan Simone Inzaghi yang hengkang ke Al-Hilal setelah final Liga Champions musim lalu. Dengan pendekatan baru yang dibawanya, Chivu mampu menjaga fondasi permainan yang sudah dibangun sebelumnya, serta menambahkan karakter dan kepemimpinan baru yang membuat tim lebih percaya diri.
Lautaro Martinez, salah satu pemain penting dalam perjalanan Inter Milan musim ini, memuji Chivu dan menegaskan bahwa dia masih setia dengan tim. "Tahun lalu kami sangat menderita. Kami tidak bisa mencapai semua target di akhir musim dan itu menjadi tahun yang sangat berat bagi kami semua," kata Lautaro.
"Tetapi Cristian datang dengan mentalitas dan suasana baru, serta kepemimpinan yang juga terlihat dari luar. Itu memberi kami banyak kepercayaan diri," lanjut Lautaro. Chivu sendiri tidak melakukan perubahan besar terhadap gaya bermain Inter yang sudah terbentuk selama era Simone Inzaghi.
Inter tetap mempertahankan kekuatan utama mereka sambil menambahkan beberapa ide baru dari sang pelatih. Para pemain juga merasa nyaman dengan pendekatan yang diterapkan Chivu sepanjang musim. "Dia menambahkan beberapa hal dengan gayanya sendiri, tetapi tidak menghilangkan apa yang sudah kami lakukan dengan baik selama empat tahun bersama Simone," ujar Lautaro.
"Kami harus berterima kasih kepada pelatih karena dia membuat kami merasa sangat nyaman musim ini," sambung Lautaro. Dalam beberapa tahun terakhir, Lautaro Martinez terus dikaitkan dengan sejumlah tim besar Eropa, namun striker berusia 28 tahun itu memastikan dirinya masih sepenuhnya fokus bersama Inter Milan.
"Saya setia pada proyek Inter karena saya masih memiliki kontrak dan merasa seperti di rumah sendiri di sini," tegas Lautaro Martinez. "Sejak hari pertama mereka memperlakukan saya dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Di sini saya bahagia bersama keluarga saya dan kami sangat menikmati hidup di Milan," pungkas Lautaro.
Chivu juga memberikan pujian kepada Petar Sucic yang tampil tenang di lini tengah. "Kami tahu Sucic bisa bermain di posisi itu karena kepribadiannya, kualitas, dan ketenangannya dalam menguasai bola," ungkap Chivu.
"Dia memiliki kualitas, di tim nasional dia sering bermain di posisi bek tengah. Hari ini dia bermain bagus dan penuh kepribadian. Kita memiliki pemain muda berbakat dan kita harus menghargainya," lanjut Chivu.
Dengan kemenangan atas Lazio, Inter Milan kini mengoleksi 85 poin di puncak klasemen sementara Liga Italia 2025-2026. Mereka telah memastikan gelar Scudetto dengan tiga laga tersisa, dan ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Chivu dan timnya.
Chivu sendiri tidak mau membandingkan timnya dengan skuad Treble 2010, namun dia sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh timnya. "Ini adalah jasa semua orang, bukan hanya Lautaro," kata Chivu.
"Dia mencurahkan jiwa, profesionalisme, dan keseriusan serta memberikan semua yang dia miliki. Tetapi ini juga jasa rekan-rekan setimnya yang mengikutinya, terutama dalam melakukan hal-hal tertentu," lanjut Chivu.
"Ini adalah kelompok dan tim yang fantastis yang sedang menjalani sesuatu yang istimewa. Saya senang untuk mereka karena mereka pantas mendapatkannya," pungkas Chivu.
Kesimpulan, Cristian Chivu telah membuktikan dirinya sebagai pelatih yang sangat berpengalaman dan mampu membawa Inter Milan menjadi juara Serie A. Dengan pendekatan baru dan kepemimpinan yang kuat, Chivu telah membuat timnya menjadi lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.











