OLAHRAGA

Kerusuhan Suporter Persipura Jayapura Usai Gagal Promosi ke Super League

×

Kerusuhan Suporter Persipura Jayapura Usai Gagal Promosi ke Super League

Share this article
Kerusuhan Suporter Persipura Jayapura Usai Gagal Promosi ke Super League
Kerusuhan Suporter Persipura Jayapura Usai Gagal Promosi ke Super League

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Kekalahan ini memicu kekecewaan suporter hingga berujung kericuhan di stadion.

Laga yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) malam itu menjadi perebutan satu tiket terakhir promosi ke Super League musim depan, menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa. Sejak awal pertandingan, Persipura mendapat tekanan dari Adhyaksa FC yang mengandalkan duet Ramiro Fergonzi dan Adilson Silva.

📖 Baca juga:
Persebaya Surabaya Siap Hadapi Persis Solo di Kandang Lawan

Tim Mutiara Hitam beberapa kali membalas lewat serangan balik, namun kesulitan menembus pertahanan lawan. Adhyaksa akhirnya memecah kebuntuan pada injury time babak pertama lewat gol Adilson Silva usai memanfaatkan umpan Hashim Kipuw.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung panas dan keras. Persipura tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan melalui Reno Salampessy, Williams Lugo, hingga Jeam Kelly Sroyer. Beberapa pelanggaran keras sempat memicu ketegangan antarpemain. Namun hingga laga berakhir, Persipura gagal mencetak gol balasan dan harus mengakui kemenangan Adhyaksa FC dengan skor 1-0.

Suporter tim tuan rumah meluapkan kekecewaan mereka dengan memasuki lapangan Stadion Lukas Enembe. Suporter yang memasuki lapangan tersebut akhirnya bertindak anarkis. Mereka merusak fasilitas stadion, seperti bangku cadangan pemain, dan membakar kendaraan yang terparkir di stadion, termasuk ambulans kepolisian.

PSSI melalui sekjen Yunus Nusi mengecam tindakan tersebut. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam. Yunus Nusi menyebutkan bahwa masyarakat dan suporter masyarakat Papua, suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola, pasti mereka yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe.

📖 Baca juga:
Portsmouth vs Birmingham: Duel Panas di Puncak Persaingan Championship

Yunus Nusi menambahkan bahwa ini tentu juga menggores perjalanan sepak bola Indonesia yang saat ini sedang di monitor dan diawasi oleh FIFA. PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi dan kita butuh kesabaran, kita butuh kesadaran bahwa menang kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan.

Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang atau seri dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak. Maka ke depan tolong kawan-kawan, bila sepak bola kita ini akan terlihat maju di waktu-waktu yang akan datang, bila sepak bola ini akan menjadi tontonan menarik bagi keluarga kita terhadap tim kesayangan kita, ayolah kita sama-sama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masing-masing stadion.

Adhyaksa FC berhasil mencatatkan promosi dua musim beruntun setelah sebelumnya mereka promosi ke Championship (Liga 2) pada musim sebelumnya. Klub ini awalnya bernama Farmel FC dan berbasis di Tangerang. Setelah empat musim berjuang di Liga 3, mereka akhirnya berhasil promosi ke Liga 2 setelah keluar sebagai juara pada musim 2023/2024.

Dukungan penuh dari korps Adhyaksa membuat performa klub ini kian tak terbendung. Terbukti, mereka hanya butuh waktu satu musim di Liga 2 untuk bisa bersaing di papan atas dan kini resmi mengamankan tempat di Super League.

📖 Baca juga:
Elkan Baggott: Dari Bangku Cadangan Hingga Sorotan Saat Ips Ipswich Town Raih Promosi Premier League

Di kasta tertinggi nanti, Adhyaksa FC akan menyusul Garudayaksa dan PSS Sleman. Kehadiran tiga tim ini dipastikan akan menambah warna baru dan memanaskan persaingan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia.

Persipura Jayapura masih harus bertahan di Championship setidaknya semusim lagi untuk berjuang kembali promosi ke kasta teratas pada musim 2027/2028. Mutiara Hitam terakhir kali berkompetisi di Super League pada musim 2021/2022 ketika masih bernama Liga 1, tetapi finis di peringkat ke-16 alias zona degradasi.

Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League setelah kalah dari Adhyaksa FC dalam laga playoff. Kekalahan ini memicu kekecewaan suporter hingga berujung kericuhan di stadion. PSSI melalui sekjen Yunus Nusi mengecam tindakan tersebut dan berharap hal ini tidak akan terulang lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *