Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Mei 2026 | Hantavirus merupakan sebuah penyakit langka yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala serius, seperti demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare. Pada kasus yang parah, hantavirus dapat menyebabkan kematian.
Baru-baru ini, terjadi wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, yang menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi bahwa wabah tersebut disebabkan oleh varian Andes dari hantavirus.
Hantavirus dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui inhalasi aerosol atau menghirup debu yang terkontaminasi sisa ekskresi hewan terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan.
Di Indonesia, hantavirus juga telah ditemukan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa ada 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di sembilan provinsi, dengan tiga kematian. Kasus-kasus tersebut terjadi karena kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Untuk mencegah penularan hantavirus, penting untuk mengurangi kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah dengan benar, dan menghindari kontak dengan hewan pengerat.
Dalam beberapa kasus, hantavirus dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga diagnosis yang tepat sangat penting. Jika Anda merasa memiliki gejala yang mirip dengan hantavirus, segeralah menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kesimpulan, hantavirus merupakan penyakit langka yang dapat menyebabkan gejala serius dan kematian. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang penyakit ini, serta mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.











