Internasional

Korea Utara Hapus Aturan Penyatuan dengan Korea Selatan dari Konstitusi, Menegaskan Musuh Utama

×

Korea Utara Hapus Aturan Penyatuan dengan Korea Selatan dari Konstitusi, Menegaskan Musuh Utama

Share this article
Korea Utara Hapus Aturan Penyatuan dengan Korea Selatan dari Konstitusi, Menegaskan Musuh Utama
Korea Utara Hapus Aturan Penyatuan dengan Korea Selatan dari Konstitusi, Menegaskan Musuh Utama

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Korea Utara telah menghapus semua ketentuan tentang penyatuan dengan Korea Selatan dari konstitusinya. Perkembangan ini terjadi setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut Seoul sebagai “negara paling bermusuhan” dalam pidato kebijakan pada Maret.

Konstitusi yang telah direvisi, yang mulai diberlakukan pada Maret, juga memuat klausul baru yang menetapkan wilayah Korea Utara. Dengan menggunakan nama resmi Korea Selatan, klausul itu menyatakan bahwa wilayah Korea Utara berbatasan dengan China dan Rusia di utara serta Republik Korea di selatan.

📖 Baca juga:
Krisis Imigran Laos di Oregon dan Kebangkitan Timnas U-17 Laos di Piala AFF: Dua Sisi Dinamika Negara Kecil di Panggung Global

Konstitusi tersebut menegaskan pula bahwa Korea Utara sama sekali tidak mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap wilayahnya. Presiden Korea Selatan yang dikenal lebih lunak, Lee Jae-myung, menyerukan dialog dengan Korea Utara tanpa prasyarat apa pun. Ia mengatakan kedua negara ditakdirkan “untuk membuat bunga perdamaian bermekaran”.

Namun, Korea Utara belum menanggapi pendekatan yang dilakukan pemerintahan Lee dan berulang kali menyebut Korea Selatan sebagai musuhnya yang “paling bermusuhan”. Kim berjanji akan memperkuat kekuatan nuklirnya, sementara Pyongyang melakukan empat uji coba rudal pada April, jumlah terbanyak dalam satu bulan dalam lebih dari dua tahun terakhir.

📖 Baca juga:
Ukraina Hancurkan Drone Jarak Jauh Rusia dari 500 Km, Rekor Baru di Perang Udara

Pyongyang pun dilaporkan semakin mendekat ke Rusia dengan mengirim pasukan dan peluru artileri untuk mendukung perang di Ukraina. Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya Korea Utara untuk menerapkan kebijakan yang lebih bermusuhan terhadap Korea Selatan.

Dalam konteks ini, perubahan dalam konstitusi Korea Utara menandakan pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri negara tersebut. Hal ini memperkuat posisi Korea Utara sebagai aktor yang lebih agresif dalam kancah internasional, terutama dalam kaitannya dengan Korea Selatan.

📖 Baca juga:
Hizbullah Serang Pasukan Israel Saat Evakuasi, Iran Sita Kapal di Selat Hormuz, dan Israel Memperluas Serangan ke Lebanon Timur

Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan semakin memburuk. Dengan penghapusan ketentuan tentang penyatuan dan peneguhan musuh utama, Korea Utara menunjukkan kemauan untuk memperkuat posisinya dan menghadapi Korea Selatan dengan lebih agresif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *