BERITA

Kecelakaan Ngaliyan di BSB City: Jalan Rawannya Kembali Memakan Korban, 1 Orang Tewas

×

Kecelakaan Ngaliyan di BSB City: Jalan Rawannya Kembali Memakan Korban, 1 Orang Tewas

Share this article
Kecelakaan Ngaliyan di BSB City: Jalan Rawannya Kembali Memakan Korban, 1 Orang Tewas
Kecelakaan Ngaliyan di BSB City: Jalan Rawannya Kembali Memakan Korban, 1 Orang Tewas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Jalan Ngaliyan, yang melintasi wilayah BSB City di Semarang, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah kecelakaan maut menewaskan satu penumpang. Insiden terjadi pada siang hari, tepatnya pukul 13.45 WIB, ketika sebuah kendaraan umum berukuran menengah menabrak tiang lampu jalan yang berada di tikungan tajam. Dampak tabrakan menyebabkan kendaraan terbalik, menimbulkan luka fatal pada penumpang di kursi belakang.

Menurut saksi mata, sebelum kecelakaan kendaraan sempat mengalami gangguan teknis. Suara berderak terdengar dari mesin, diikuti dengan asap tipis yang muncul dari knalpot. Kondisi ini mengingatkan pada kecelakaan serupa yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Sumatera Selatan, di mana kebocoran oli dan radiator menjadi pemicu utama kebakaran. Pada kasus Ngaliyan, pengemudi berusaha mengendalikan kendaraan ke tepi jalan, namun kehilangan kendali akibat kegagalan rem yang diduga berhubungan dengan keausan komponen.

📖 Baca juga:
Kepemimpinan Era Baru: Apa yang Bisa Dipelajari Dunia dari Artemis II, Christina Koch, dan Kisah Ratu Elizabeth II

Seorang penumpang yang berhasil selamat, Budi Santoso (38), mengaku terpaksa melompat keluar melalui jendela karena pintu kendaraan terkunci akibat kerusakan pada sistem pengunci. “Kami berusaha membuka pintu, namun tidak berhasil. Dalam keadaan panik, saya dan teman saya menurunkan kaca depan dan melompat ke tanah,” ujarnya dengan nada bergetar. Cerita serupa pernah terdengar dari Ngadiono, korban selamat bus ALS yang juga harus melompat melalui jendela ketika pintu terkunci dan api mulai melalap interior kendaraan.

Jalan Ngaliyan telah lama dikenal sebagai ruas jalan rawan kecelakaan. Data kepolisian wilayah Semarang mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, setidaknya 27 kecelakaan serius terjadi di titik ini, dengan 12 di antaranya mengakibatkan korban luka berat. Penyebab utama meliputi kecepatan berlebih, kondisi jalan yang licin akibat hujan, serta kurangnya pemeliharaan infrastruktur seperti marka jalan dan lampu penerangan.

Pihak kepolisian setempat segera melakukan olah TKP, mengamankan rekaman CCTV dari BSB City, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit umum daerah. Tim medis menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena luka kepala berat akibat benturan keras. Sementara itu, pengemudi dan dua penumpang lainnya mengalami cedera ringan dan dirawat di unit gawat darurat.

📖 Baca juga:
Anggaran Video Conference Rp5,7 Miliar BGN Dadan Hindayana Jelaskan Kebutuhan Koordinasi MBG

Menanggapi kejadian ini, Kepala Kepolisian Resor Semarang, Kombes Pol. Arif Nugroho, menegaskan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada dua aspek utama: kondisi mekanik kendaraan dan kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas. “Kami akan memeriksa riwayat perawatan kendaraan serta memastikan apakah operator transportasi publik telah melaksanakan wajib servis secara berkala,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kota Semarang mengumumkan rencana penambahan pos keamanan dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik rawan, termasuk Jalan Ngaliyan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons darurat serta menjadi deterrent bagi perilaku mengemudi berbahaya.

Insiden ini juga memicu perdebatan publik mengenai standar keselamatan armada transportasi umum. Mengingat kejadian serupa di Sumatera Selatan, di mana 16 orang tewas akibat kebakaran bus ALS yang mengalami kegagalan teknis, para ahli transportasi menekankan pentingnya inspeksi rutin serta pelatihan pengemudi dalam menangani situasi darurat.

📖 Baca juga:
Ibunda Julia Perez Terharu, Raffi Ahmad Respon Cepat Bantu Beli Apartemen Peninggalan Jupe

Para korban keluarga kini menuntut keadilan dan meminta pihak berwenang meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan umum. Sementara itu, komunitas lokal menyerukan penurunan batas kecepatan di Jalan Ngaliyan menjadi 40 km/jam serta perbaikan permukaan jalan yang sering bergelombang akibat retakan.

Kesimpulannya, kecelakaan Ngaliyan menegaskan kembali kebutuhan akan sinergi antara otoritas transportasi, kepolisian, dan operator kendaraan untuk menegakkan standar keselamatan yang ketat. Upaya preventif seperti inspeksi berkala, peningkatan infrastruktur, serta edukasi publik tentang perilaku berkendara yang aman menjadi kunci utama dalam mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *