Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Pisa resmi terdegradasi dari Serie A pada pekan ke-35 musim 2025/2026 setelah kalah 1-2 dari Lecce. Kekalahan tersebut menutup kembali musim pertama mereka di kasta tertinggi Italia sejak 1990/1991, menandai episode terbaru dalam pola naik‑turun yang sudah lama melekat pada klub bersejarah ini.
Sejak berdiri pada 1909, Pisa hanya menorehkan delapan musim di Serie A. Debut mereka terjadi pada musim 1968/1969 setelah promosi bersama Palermo dan Hellas Verona, namun langsung kembali turun setelah menempati posisi ke‑15 dari 16 tim. Pada musim 1982/1983, Pisa kembali melangkah ke Serie A sebagai juara Serie B 1981/1982, berhasil bertahan hingga musim 1983/1984 sebelum kembali terpuruk. Siklus promosi‑degradasi berulang kali menciptakan reputasi “yoyo” yang melekat pada tim bermarkas di Arena Garibaldi.
- 1968/1969 – Promosi, turun di akhir musim.
- 1982/1983 – Promosi, bertahan satu musim.
- 1985/1986 – Promosi, kembali turun.
- 1987/1988 – Promosi, bertahan hingga 1988/1989.
- 1990/1991 – Musim terakhir di Serie A sebelum hiatus panjang.
- 2025/2026 – Kembali ke Serie A, namun terdegradasi kembali.
Statistik musim 2025/2026 mencatat Pisa mengumpulkan 18 poin, dengan 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 23 kekalahan. Jarak 14 poin dari zona aman membuat mereka tak memiliki peluang lagi meski masih ada tiga pertandingan tersisa. Keputusan deklasifikasi ini sekaligus menegaskan fakta bahwa klub belum mampu bersaing secara konsisten melawan tim‑tim dengan pengalaman dan sumber daya yang lebih besar.
Di balik perjuangan di lapangan, kota Pisa juga mengembangkan potensi pariwisata dengan meluncurkan tiket Tootbus baru yang menghubungkan Florence, Siena, Lucca, San Gimignano, dan tentu saja Pisa. Tiket ini memungkinkan wisatawan menjelajahi jalur sejarah Renaissance dalam satu paket transportasi modern, meningkatkan arus pengunjung ke Menara Miring dan kawasan sekitarnya. Integrasi transportasi ini diharapkan dapat memberi dorongan ekonomi lokal sekaligus menambah nilai bagi para pendukung klub yang kini harus menunggu musim berikutnya di Serie B.
Keberadaan tiket Tootbus juga menimbulkan harapan bahwa pada musim mendatang, ketika Pisa kembali berkompetisi di Serie B, pendapatan tambahan dari sektor pariwisata dapat memperkuat keuangan klub, memungkinkan investasi pada skuad yang lebih kompetitif. Analisis para pengamat sepak bola menyebut bahwa stabilitas finansial menjadi faktor kunci bagi tim yoyo untuk menembus dan bertahan di Serie A.
Sejarah singkat Pisa di Serie A dapat dilihat melalui data berikut:
| Musim | Posisi Akhir | Poin | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1968/1969 | 15/16 | ?? | Degradasi langsung |
| 1982/1983 | 12/16 | ?? | Bertahan satu musim |
| 1985/1986 | 14/16 | 23 | Degradasi kembali |
| 1987/1988 | 13/16 | ?? | Bertahan |
| 1990/1991 | 16/18 | ?? | Degradasi terakhir sebelum 2025 |
| 2025/2026 | 18/20 | 18 | Degradasi kedua dalam satu dekade |
Meski hasil di atas menampilkan catatan yang kurang mengesankan, dukungan fanbase tetap kuat. Ribuan pendukung setia terus mengisi tribune Arena Garibaldi, menyalakan semangat harapan bahwa klub akan kembali ke Serie A dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, strategi baru yang menggabungkan kekuatan sepak bola dan potensi wisata kota dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan Pisa.
Pisa kini berada di persimpangan penting. Degradasi terbaru memberi pelajaran berharga tentang kebutuhan perencanaan jangka panjang, baik di bidang teknik maupun manajemen keuangan. Dengan memanfaatkan atraksi wisata seperti tiket Tootbus, serta mengoptimalkan akademi muda, klub berpeluang mengubah pola “yoyo” menjadi perjalanan yang lebih stabil di panggung sepak bola Italia.











