Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Pemilihan 2026 di India memperlihatkan dinamika politik yang semakin kompleks, terutama di wilayah selatan. Di Tamil Nadu, hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan partai Dravida Munnetra Kazhagam (DMK) sejak proses penghitungan suara dimulai pada pagi hari. Awal hitung yang sangat menguntungkan DMK menandakan bahwa koalisi Congress‑DMK berpeluang besar menguasai mayoritas kursi di dewan legislatif negara bagian tersebut.
Sementara itu, di wilayah Union Territory Puducherry, persaingan menjadi lebih berwarna dengan hadirnya tiga kekuatan utama: koalisi Nasional Demokratik (NDA) yang dipimpin oleh All India NR Congress (AINRC) dan Bharatiya Janata Party (BJP), aliansi Congress‑DMK, serta Tamilaga Vettri Kazhagam (TVK) milik aktor Vijay. NDA menargetkan konsolidasi kekuasaan setelah memenangkan pemilihan sebelumnya, sementara Congress‑DMK berusaha merebut kembali kursi yang hilang pada pemilihan 2021.
Hitungan suara di Puducherry dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan keamanan ketat di enam pusat penghitungan yang tersebar di Puducherry, Karaikal, Mahe, dan Yanam. Total 166 meja hitung disiapkan untuk EVM dan VVPAT, serta 35 meja khusus untuk surat suara pos. Tingkat partisipasi pemilih mencapai rekor 89,87%, mencerminkan antusiasme tinggi warga dalam memilih wakil mereka.
- Seat sharing NDA: AINRC mencalonkan 16 kursi, BJP 14 kursi, dengan dua kursi masing-masing dialokasikan ke AIADMK dan Latchiya Jananayaga Katchi.
- Seat sharing Congress‑DMK: Congress mengajukan 16 kandidat, DMK 13 kandidat, menyesuaikan formula 16‑14.
- TVK: Menjadi partai debut, TVK menurunkan calon di 28 konstituen dan menyerahkan dua kursi kepada Neyam Makkal Kazhagam.
Kontestan utama di Puducherry adalah N. Rangaswamy, Ketua Menteri dan pemimpin AINRC, yang mencalonkan diri di dua daerah – Thattanchavady (tempat ia menjabat saat ini) dan Mangalam. Lawannya, V. Vaithilingam, mantan Ketua Menteri dan anggota parlemen Lok Sabha, mewakili Congress di Thattanchavady. Pertarungan ini menjadi sorotan utama karena melibatkan dua tokoh politik senior dengan basis pemilih yang kuat.
Exit poll yang dirilis oleh beberapa lembaga, termasuk People Pulse, Axis My India, dan Praja Poll, memperkirakan keunggulan tipis bagi NDA dengan prediksi 16‑20 kursi, sementara Congress‑DMK diperkirakan memperoleh 6‑12 kursi. TVK diproyeksikan memperoleh 2‑4 kursi, menandakan potensi gangguan pada pola bipolar tradisional.
Di Tamil Nadu, proses penghitungan suara dimulai di sejumlah tempat pemungutan suara, dengan hasil awal menyoroti keunggulan DMK. Analisis awal menyebutkan bahwa koalisi DMK‑Congress mungkin berhasil mengalahkan koalisi NDA yang dipimpin oleh BJP. Sementara itu, TVK berusaha memanfaatkan popularitas Vijay di kalangan pemilih muda, dengan janji-janji reformasi dan kebijakan pro‑pemuda.
Kehadiran TVK menambah dimensi segitiga dalam kompetisi politik, khususnya di konstituen urban seperti Chepauk‑Thiruvallikeni, yang menjadi sorotan media sosial. Meskipun belum ada hasil resmi, pergerakan dukungan terhadap TVK terlihat signifikan, terutama di wilayah kampus dan kalangan profesional muda.
Secara keseluruhan, pemilihan 2026 menandai perubahan pola politik di selatan India. Tingginya partisipasi pemilih, kombinasi aliansi lama dan baru, serta masuknya partai baru menegaskan bahwa lanskap politik semakin kompetitif. Hasil akhir akan ditentukan setelah semua kursi selesai dihitung, tetapi tren awal sudah memberikan gambaran jelas tentang arah kekuasaan di Tamil Nadu dan Puducherry.
Para pengamat menekankan bahwa meski exit poll memberikan indikasi, hasil final tetap bergantung pada proses penghitungan yang transparan. Semua pihak menunggu hasil resmi untuk mengonfirmasi siapa yang akan memegang kendali legislatif dan pemerintahan di kedua wilayah tersebut.











