Politik

Danke Rajagukguk Dicopot dari Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Gantikan di Tengah Kontroversi Kasus Amsal Sitepu

×

Danke Rajagukguk Dicopot dari Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Gantikan di Tengah Kontroversi Kasus Amsal Sitepu

Share this article
Danke Rajagukguk Dicopot dari Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Gantikan di Tengah Kontroversi Kasus Amsal Sitepu
Danke Rajagukguk Dicopot dari Kajari Karo, Edmond Novvery Purba Gantikan di Tengah Kontroversi Kasus Amsal Sitepu

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Kejaksaan Agung resmi mencabut jabatan Danke Rajagukguk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Karo setelah terungkap keterlibatannya dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat daerah, Amsal Sitepu. Keputusan ini diumumkan pada Senin (13/04/2026) melalui rapat internal Kejaksaan yang dihadiri oleh pejabat senior, termasuk Ketua Kejaksaan Agung, Dr. H. M. Rinaldi. Penggantian posisi Kajari Karo diisi oleh Edmond Novvery Purba, seorang jaksa senior yang selama ini memimpin unit investigasi kejahatan ekonomi di Kejaksaan Tinggi Medan.

Penunjukan Edmond Novvery Purba sebagai pengganti datang pada saat publik menuntut akuntabilitas tinggi atas penanganan kasus Amsal Sitepu, yang melibatkan dugaan suap, pencucian uang, dan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan proyek infrastruktur. Meskipun proses penyelidikan masih berlangsung, tekanan dari masyarakat sipil dan lembaga pengawas mengharuskan Kejaksaan Agung mengambil langkah tegas untuk memulihkan kepercayaan publik.

📖 Baca juga:
Sumurung Pandapotan Simaremare Resmi Dilantik sebagai Kajati Gorontalo Baru: Penegak Disiplin dan Kode Etik Jaksa

Menurut jajaran internal Kejaksaan, keputusan pencopotan Danke Rajagukguk didasarkan pada temuan bahwa ia gagal memberikan arahan yang jelas kepada tim penyidik, serta terindikasi melakukan intervensi dalam proses pengumpulan bukti. Hal ini dianggap melanggar prinsip independensi dan integritas yang menjadi landasan utama institusi penegak hukum. Sebagai konsekuensinya, Danke Rajagukguk diberi penugasan baru di luar wilayah Karo, dengan tanggung jawab terbatas, sementara proses evaluasi lanjutan terhadap karirnya akan terus dipantau.

Edmond Novvery Purba, yang selama lima tahun terakhir memimpin Unit Tindak Pidana Khusus (UTPK) di Kejaksaan Tinggi Medan, dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam menuntaskan kasus korupsi berskala besar. Pada 2023, ia berhasil menuntut beberapa pejabat daerah di Sumatera Utara terkait penyalahgunaan dana bantuan sosial, menghasilkan hukuman penjara yang signifikan. Pengalaman tersebut dijadikan alasan utama Kejaksaan Agung menempatkan ia di posisi Kajari Karo, dengan harapan dapat mengembalikan kredibilitas penegakan hukum di provinsi tersebut.

Reaksi masyarakat terhadap keputusan ini beragam. Kelompok aktivis anti‑korupsi menyambut baik pencopotan Danke Rajagukguk, menilai langkah tersebut sebagai sinyal bahwa institusi tidak toleran terhadap penyalahgunaan wewenang. Di sisi lain, beberapa pihak dalam lingkaran politik lokal menilai keputusan tersebut sebagai tindakan politik yang dapat memengaruhi keseimbangan kekuasaan di Karo. Meski demikian, pejabat Kejaksaan menegaskan bahwa proses penggantian didasarkan pada pertimbangan profesionalisme, bukan pertimbangan politik.

📖 Baca juga:
Demo Aksi 214 Guncang Kaltim: Nepotisme, Mobil Mewah, dan Janji Reform Rudy Mas’ud

Kasus Amsal Sitepu sendiri masih menjadi sorotan utama. Amsal Sitepu, mantan Bupati Karo yang kini menjadi tersangka utama, diduga menerima suap hingga ratusan miliar rupiah untuk mengamankan kontrak pembangunan jalan raya dan fasilitas publik lainnya. Penyidikan yang dipimpin oleh Tim Khusus Kejaksaan Tinggi Medan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dokumen keuangan, rekaman percakapan, dan testimoni saksi. Namun, proses persidangan diperkirakan masih memerlukan waktu lama karena kompleksitas jaringan korupsi yang melibatkan beberapa pejabat daerah dan pengusaha.

Dengan penunjukan Edmond Novvery Purba, Kejaksaan Agung berharap dapat mempercepat proses penyidikan dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan diproses secara adil dan transparan. Dalam pidatonya saat penandatanganan surat keputusan, Edmond menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh jajaran kejaksaan di Karo untuk meningkatkan koordinasi dengan kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan lembaga pengawas lainnya.

Langkah strategis ini juga diiringi dengan pembentukan tim lintas sektor yang akan memantau implementasi rekomendasi reformasi internal Kejaksaan, termasuk peningkatan mekanisme pelaporan internal, pelatihan etika bagi jaksa, serta peningkatan transparansi dalam proses penunjukan pejabat struktural. Diharapkan, kebijakan tersebut dapat mengurangi potensi terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

📖 Baca juga:
Chatarina Muliana: Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Hingga Pimpin Pusat Pemulihan Aset Nasional

Secara keseluruhan, pencopotan Danke Rajagukguk dan penunjukan Edmond Novvery Purba mencerminkan dinamika internal Kejaksaan Agung dalam menanggapi tekanan publik dan kebutuhan akan reformasi struktural. Meskipun tantangan dalam penyidikan kasus Amsal Sitepu masih panjang, langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi penegakan hukum yang lebih bersih dan akuntabel di Kabupaten Karo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *