Kriminal

Polresta Surakarta Bongkar Komplotan Curanmor Bersenjata Airsoft Gun, Lima Tersangka Diamankan

×

Polresta Surakarta Bongkar Komplotan Curanmor Bersenjata Airsoft Gun, Lima Tersangka Diamankan

Share this article
Polresta Surakarta Bongkar Komplotan Curanmor Bersenjata Airsoft Gun, Lima Tersangka Diamankan
Polresta Surakarta Bongkar Komplotan Curanmor Bersenjata Airsoft Gun, Lima Tersangka Diamankan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Polresta Surakarta (Polresta Solo) pada Jumat, 1 Mei 2026, berhasil mengungkap dan menahan lima anggota komplotan pencurian motor (curanmor) lintas provinsi yang dilengkapi dengan senjata airsoft. Kelompok yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini diketahui melakukan serangkaian aksi pencurian di jalur Klaten‑Solo menggunakan bus sebagai moda transportasi utama.

Menurut Kepala Seksi Reserse Kriminal Polresta Surakarta, AKP Derry Eko Setiawan, para pelaku berangkat dari Madura dengan tujuan mencari motor yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Aksi pertama terjadi di Klaten, di mana mereka mencuri sepeda motor Honda Vario. Pada saat itu, korban melaporkan motor dicuri dan pelaku terlihat menggunakan kunci leter T serta memanfaatkan motor curian lain untuk menggeser motor target.

📖 Baca juga:
Habib Aboe Bakar Meneteskan Air Mata Saat Minta Maaf atas Tuduhan Narkoba pada Ulama Madura

Setelah aksi di Klaten, kelompok melanjutkan pergerakannya ke Solo. Di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, mereka kembali melakukan pencurian, kali ini menargetkan motor Honda CRF. Dua pelaku menggunakan kunci leter T untuk membuka motor, sementara tiga anggota lain menunggu di bawah jalur kereta api sebagai saksi mata. Saat korban berusaha mengejar pelaku dengan motor Honda Vario, salah satu pelaku mengacungkan airsoft gun, memaksa korban melarikan diri dan meninggalkan motor Vario yang kemudian dibawa kabur.

Polresta Surakarta mengkonfirmasi bahwa selama konferensi pers, satu tersangka berinisial MS (23 tahun) sudah diamankan di markas kepolisian. Dua tersangka lainnya, F dan M, ditangkap oleh Polrestabes Surabaya dalam operasi terkoordinasi. Dua anggota terakhir, Rizal dan Saiful, masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang diburu intensif oleh aparat.

📖 Baca juga:
Jadwal KRL Solo‑Jogja dan Prameks 25‑26 April 2026: Tarif Terjangkau, Frekuensi Tinggi, dan Penumpang Rekor

Dalam penyelidikan lanjutan, tim forensik menemukan jejak airsoft bullet pada kaca motor curian, yang menguatkan dugaan penggunaan senjata tiruan. Polisi juga menemukan bukti transaksi penjualan motor curian di pasar gelap daerah Solo, menandakan jaringan kriminal ini memiliki jaringan distribusi yang lebih luas.

AKP Derry menegaskan bahwa penggunaan senjata airsoft dalam aksi kriminal menambah tingkat ancaman terhadap masyarakat. “Meskipun airsoft gun bukan senjata api asli, tampilannya dapat menimbulkan kepanikan dan mengintimidasi korban,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aparat akan meningkatkan pengawasan di titik rawan pencurian motor, terutama pada rute transportasi umum yang sering dipilih pelaku untuk berpindah wilayah.

📖 Baca juga:
MKD Panggil Habib Aboe Bakar Usai Ungkap Dugaan Ulama Madura Terlibat Narkotika

Kasus ini menjadi contoh nyata kolaborasi antarlembaga kepolisian dalam memberantas kejahatan lintas provinsi. Polresta Surakarta berjanji akan terus menggencarkan operasi serupa guna melindungi warga dari ancaman pencurian bersenjata, serta mengedukasi publik untuk melaporkan aktivitas mencurigakan secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *