OLAHRAGA

Bojan Hodak Kecam Kesalahan Persib: Terlalu Banyak Ruang untuk Serangan Balik di Laga Bhayangkara

×

Bojan Hodak Kecam Kesalahan Persib: Terlalu Banyak Ruang untuk Serangan Balik di Laga Bhayangkara

Share this article
Bojan Hodak Kecam Kesalahan Persib: Terlalu Banyak Ruang untuk Serangan Balik di Laga Bhayangkara
Bojan Hodak Kecam Kesalahan Persib: Terlalu Banyak Ruang untuk Serangan Balik di Laga Bhayangkara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan setelah mengkritik keras performa Persib Bandung pada laga melawan Bhayangkara FC yang berlangsung di Stadion Lampung. Meskipun timnya berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-2 dan kembali menancapkan diri di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, Bojan tak menutup mata terhadap dua gol kebobolan awal yang ia nilai sebagai akibat langsung dari kesalahan taktis.

Menurut pernyataan Bojan Hodak di sela-sela konferensi pers, Persib memulai pertandingan dengan “cara yang salah”. Ia menegaskan bahwa timnya memberi lawan terlalu banyak ruang untuk melakukan serangan balik cepat, sebuah kelemahan yang dimanfaatkan Bhayangkara FC untuk mencetak dua gol pertama. “Kami memainkan apa yang seharusnya tidak kami lakukan, memberi mereka ruang untuk menyerang balik,” ujarnya dengan nada tegas. Bojan menambahkan bahwa kurangnya fokus dan organisasi pada menit- menit awal membuat lini pertahanan tampak rapuh, terutama ketika Bhayangkara melancarkan transisi cepat.

📖 Baca juga:
Wakil Asia Piala Dunia: Indonesia Paling Awal, Korea Selatan Paling Hebat, dan Bintang Muda Fadly Alberto Bawa Harapan Baru

Berikut ini beberapa poin utama yang disorot Bojan Hodak sebagai penyebab kebobolan Persib pada babak pertama:

  • Kurangnya penekanan pada posisi defensive line, sehingga celah terbuka bagi pemain Bhayangkara untuk menembus zona pertahanan.
  • Gagal menutup ruang di tengah lapangan, memberi kesempatan bagi lawan untuk melakukan kombinasi pendek yang menghasilkan peluang tembakan.
  • Komunikasi antar lini belum terkoordinasi dengan baik, menyebabkan ketidaksesuaian pergerakan antara bek tengah dan fullback.
  • Kurangnya pressing tinggi pada fase penguasaan bola lawan, memungkinkan Bhayangkara mengatur tempo permainan secara nyaman.

Setelah terpuruk 0-2, Persib menunjukkan karakter juara dengan meningkatkan intensitas serangan. Bojan mencatat adanya tiga peluang emas yang sebenarnya dapat berubah menjadi gol pada babak pertama, namun sayangnya terlewatkan karena offside atau penyelesaian yang kurang tepat. Pada menit 30, Federico Barba berhasil mencetak gol penyeimbang, yang menjadi titik balik mentalitas tim. Bojan menilai perubahan taktik pada jeda pertama sebagai faktor penting: “Pemain mengerti apa yang harus dilakukan, kami mengubah pola pertahanan dan meningkatkan tekanan di lini tengah.”

📖 Baca juga:
Bhayangkara FC Menyusul Persija, Merajai Papan Atas Super League 2025/26

Di babak kedua, strategi yang lebih disiplin membuahkan hasil. Gol-gol dari Berguinho, Beckham Putra, dan Adam Alis menegaskan dominasi Persib dan menutup skor menjadi 4-2. Bojan menegaskan bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci utama dalam mengembalikan keunggulan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi defensif agar tidak kembali memberi ruang bagi lawan, terutama menjelang akhir kompetisi dimana setiap poin sangat berarti.

Kesimpulannya, meskipun Persib berhasil meraih tiga poin krusial, Bojan Hodak tetap menekankan bahwa perbaikan taktis masih diperlukan. Ia berharap tim dapat belajar dari kesalahan awal, memperkuat disiplin pertahanan, dan mengurangi ruang bagi serangan balik lawan. Dengan fokus pada aspek-aspek tersebut, Persib berpotensi mempertahankan posisi puncak klasemen dan melangkah lebih jauh dalam persaingan BRI Super League 2025/2026.

📖 Baca juga:
Max Timisela: Legenda Persib Bandung yang Kini Menjadi Inspirasi Generasi Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *