Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Safrie Ramadhan, atlet tinju berusia 24 tahun asal Bandung, kini tidak hanya dikenal lewat prestasinya di arena olahraga, melainkan juga lewat kisah pribadinya yang menjadi perbincangan publik. Berawal sebagai petinju berbakat yang menorehkan beberapa kemenangan di tingkat nasional, Safrie menarik perhatian media hiburan setelah dikabarkan menjadi pasangan baru selebgram Jule, sosok influencer yang populer di kalangan muda. Hubungan keduanya memicu reaksi beragam, terutama dari sesama selebriti Na Daehoon, yang mengkritik Safrie setelah foto bersama anak-anak Jule dipublikasikan.
Karier tinju Safrie dimulai sejak usia 15 tahun ketika ia bergabung dengan klub tinju lokal. Dalam tiga tahun pertama, ia berhasil menggapai gelar juara kelas menengah pada kejuaraan provinsi dan melanjutkan ke kompetisi nasional, menorehkan catatan kemenangan 12-3. Keberhasilan tersebut membuatnya masuk dalam tim nasional junior, dan kini ia tengah mempersiapkan debut di kelas profesional. Menurut pelatihnya, Safrie memiliki gaya bertarung agresif namun tetap mengandalkan strategi, menjadikannya petinju yang patut diwaspadai lawan-lawannya.
Namun, sorotan publik beralih ke kehidupan pribadi ketika foto-foto bersama Jule muncul di media sosial. Jule, yang dikenal dengan konten lifestyle dan vlog keluarga, memperkenalkan Safrie sebagai pacar barunya dalam sebuah video singkat. Foto-foto keduanya bersama anak-anak Jule – dua putra berusia 5 dan 7 tahun – cepat viral, memicu perbincangan mengenai peran Safrie sebagai figur ayah tiri. Beberapa netizen memuji sikap lembut Safrie dalam merawat anak-anak, sementara yang lain menilai hubungan tersebut terlalu cepat dan mengkritik dinamika keluarga yang belum stabil.
Kontroversi memuncak ketika Na Daehoon, influencer lain yang juga memiliki anak, menanggapi foto tersebut dengan nada emosional. Na Daehoon menyatakan keberatan atas foto-foto yang menampilkan anak-anak tanpa persetujuan orang tua lain, menganggap tindakan tersebut melanggar privasi. Ia juga mengkritik Safrie yang dianggap “memanfaatkan” popularitas Jule untuk kepentingan pribadi. Kritik Na Daehoon kemudian menuai tanggapan beragam, ada yang mendukungnya, namun banyak pula yang menilai komentar tersebut berlebihan.
Safrie merespon dengan pernyataan singkat melalui akun Instagramnya, menyatakan bahwa ia menghormati privasi semua pihak dan berkomitmen menjadi figur positif bagi anak-anak Jule. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Jule didasarkan pada rasa hormat dan keinginan membangun keluarga yang harmonis. Pernyataan tersebut diikuti oleh Jule yang menambahkan, “Kami ingin berbagi kebahagiaan kami dengan kalian, namun tetap menjaga batasan yang wajar.”
Di sisi lain, para pengamat sosial media mencatat bahwa kasus ini mencerminkan tren selebritas muda yang menggabungkan karier profesional dengan kehidupan pribadi yang terbuka di platform digital. Kombinasi antara prestasi olahraga dan eksposur media sosial dapat memperluas basis penggemar, namun juga menambah tekanan publik yang mengawasi setiap langkah mereka.
Safrie sendiri tampak fokus pada persiapan tinju menjelang turnamen internasional yang akan datang. Ia menyebut bahwa dukungan Jule dan keluarga menjadi motivasi tambahan dalam mengejar impian. “Saya ingin menjadi contoh bagi generasi muda, baik di dalam maupun di luar arena tinju,” ujar Safrie dalam sebuah wawancara singkat. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak akan mengabaikan pelatihan demi urusan pribadi, melainkan berusaha menyeimbangkan keduanya.
Kasus Safrie Ramadhan ini sekaligus menjadi cermin dinamika hubungan selebriti di era digital, di mana setiap interaksi dapat menjadi bahan berita. Masyarakat kini lebih kritis terhadap batasan privasi, namun tetap tertarik pada kisah romantis yang melibatkan tokoh publik. Bagaimana Safrie akan menavigasi kariernya di dunia tinju sambil menjaga keharmonisan keluarganya akan menjadi sorotan selanjutnya.





