Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Sejumlah 21 calon haji asal Jawa Tengah yang berada di Embarkasi Solo resmi dipulangkan ke daerah asal masing-masing setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa mereka tidak layak terbang. Kejadian ini menambah deretan jemaah yang batal berangkat pada tahun 2026, mempertegas tantangan kesehatan yang dihadapi para jamaah senior.
Menurut keterangan resmi Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, total jemaah yang dikembalikan hingga siang ini berjumlah 21 orang, termasuk satu pendamping yang memutuskan menunda keberangkatan. “Yang dipulangkan 21 (jemaah) termasuk pendamping,” ujarnya dalam wawancara dengan media lokal.
Para jemaah tersebut sebelumnya telah tiba di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali setelah diberangkatkan dari daerah masing-masing ke Solo. Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis rutin, sejumlah di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Sebagian besar yang terdampak merupakan lansia, dengan usia di atas 60 tahun, serta mengidap penyakit penyerta seperti demensia, hipertensi, dan gangguan pernapasan.
Dalam proses penanganan, enam orang jemaah yang mengalami gejala akut dipindahkan ke Rumah Sakit Moewardi Solo untuk perawatan intensif, sementara tiga lainnya menjalani observasi di Poliklinik Embarkasi. Selain itu, dua kasus khusus sempat dirujuk ke Rumah Sakit di Medan untuk pemeriksaan lanjutan, mengingat fasilitas khusus yang tersedia di sana. Setelah evaluasi medis di Medan, mereka kembali ke Solo dan dinyatakan tidak dapat melanjutkan ibadah haji, sehingga dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Berikut rangkuman statistik singkat mengenai pemberangkatan haji tahun ini:
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Total jemaah calon haji yang telah berangkat ke Arab Saudi | 9.322 orang (26 kloter) |
| Jemaah yang dipulangkan dari Embarkasi Solo | 21 orang |
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menambahkan bahwa kelelahan menjadi faktor dominan yang memicu penurunan kondisi kesehatan para jamaah. “Para jamaah yang berusia lanjut seringkali mengalami kelelahan fisik dan mental akibat proses persiapan yang intensif,” ujarnya. Ia mengimbau calon jemaah yang belum masuk Embarkasi untuk mengurangi aktivitas fisik berlebih dan memastikan kondisi medis stabil sebelum melanjutkan proses keberangkatan.
Pihak Kementerian Agama melalui Juru Bicara Suci Annisa juga menegaskan pentingnya verifikasi kesehatan secara menyeluruh sebelum keberangkatan. Ia menambahkan bahwa selain pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan mental dan adanya penyakit kronis harus menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.
Insiden pengembalian jemaah ini terjadi bersamaan dengan kasus deportasi satu jemaah asal Lombok yang ditolak masuk Arab Saudi karena masuk daftar hitam imigrasi. Meskipun tidak berhubungan langsung, kedua peristiwa tersebut menyoroti pentingnya kepatuhan administratif dan kesehatan bagi para calon jamaah haji.
Dengan total 21 orang yang harus kembali ke daerah asal, pihak penyelenggara haji berjanji akan meningkatkan kualitas pemeriksaan medis di tahap awal serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit rujukan di berbagai provinsi, termasuk Medan, untuk memastikan tidak ada jemaah yang terpaksa menunggu lama di tengah proses pemeriksaan.
Ke depan, Kementerian Haji berencana menambah fasilitas medis di Embarkasi Solo serta meluncurkan program edukasi kesehatan bagi calon jamaah, khususnya bagi lansia, guna mengurangi risiko pembatalan keberangkatan akibat masalah kesehatan.
Dengan upaya tersebut, diharapkan angka jemaah yang dipulangkan dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran ibadah haji bagi jutaan umat Islam Indonesia.









