Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menegaskan posisi sebagai Kampus Digital Bisnis yang menghubungkan dunia akademik dengan industri. Pada Senin, 6 April 2026, PT Mandiri Taspen berkunjung ke kampus Jatiwaringin UNM untuk merundingkan kerja sama strategis dalam program magang mahasiswa. Kesepakatan yang dihasilkan berfokus pada skema Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun perkuliahan di UNM diikuti satu tahun magang penuh waktu di Mandiri Taspen. Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa IEP 3+1 menjadi jawaban atas tantangan lulusan yang belum memiliki pengalaman kerja praktis. Ia menambahkan, “Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan paparan langsung pada proses bisnis dan tata kelola perusahaan besar seperti Mandiri Taspen.”
Sementara itu, perwakilan Mandiri Taspen, Andien, memaparkan rincian mekanisme pelaksanaan magang. Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai divisi, mulai dari keuangan, asuransi, hingga teknologi informasi, sehingga dapat mengasah keterampilan teknis dan soft skill secara simultan. Program ini diharapkan menjadi jalur utama bagi UNM untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Kolaborasi ini tidak hanya bersifat satu arah. UNM juga menyoroti keberhasilan riset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang baru-baru ini diraih oleh mahasiswa doktoral Informatika, Sri Hadianti, M.Kom. Penelitian berjudul “Pengembangan Metode Interpolasi Gambar Presisi Tinggi dan Fungsi Kerugian Adaptif untuk Menstabilkan Model Deteksi Hama Kentang Berbasis Deep Learning” berhasil memperoleh pendanaan bergengsi melalui Program Fellowship Penelitian Disertasi Doktor 2026. Hasil riset tersebut menawarkan solusi konkret bagi petani kentang di Indonesia, dengan meningkatkan akurasi deteksi hama melalui peningkatan kualitas citra dan penyesuaian fungsi kerugian pada model AI.
Rektor UNM, Prof. Dr. Dwiza Riana, menyambut kedua inisiatif tersebut sebagai bukti nyata sinergi antara pendidikan, industri, dan penelitian. “Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki bekal praktis dan inovatif. IEP 3+1 memperkuat kesiapan kerja, sedangkan riset AI kami memberikan dampak sosial yang signifikan bagi sektor pertanian,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Program IEP 3+1 direncanakan akan dibuka untuk semua jurusan di UNM, termasuk Fakultas Teknologi Informasi, Ekonomi, dan Manajemen. Setiap mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan kontrak magang satu tahun penuh, dengan remunerasi standar dan fasilitas pelatihan tambahan. Selain itu, UNM berjanji akan memberikan mentoring intensif selama masa magang, memastikan transfer pengetahuan yang efektif antara akademisi dan praktisi.
Di sisi lain, penelitian AI pertanian yang dipimpin Sri Hadianti mendapatkan dukungan tidak hanya dari UNM, tetapi juga dari sejumlah lembaga pertanian nasional. Implementasi potensial meliputi aplikasi mobile yang dapat diunduh petani untuk melakukan scanning daun tanaman secara real-time, dengan hasil analisis yang dikirim ke server pusat berbasis cloud. Fitur adaptif pada model AI memungkinkan sistem tetap akurat meskipun kondisi pencahayaan atau resolusi kamera bervariasi, masalah yang selama ini menjadi kendala utama pada teknologi deteksi hama tradisional.
Kolaborasi antara UNM, Mandiri Taspen, dan komunitas riset AI diharapkan menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam mengintegrasikan kurikulum berbasis kompetensi dengan proyek-proyek penelitian yang memiliki nilai ekonomi dan sosial. Kedua program ini sekaligus memperkuat citra UNM sebagai institusi yang menempatkan inovasi, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial sebagai inti pembelajaran.
Dengan IEP 3+1, mahasiswa tidak lagi harus menunggu lulus untuk mencari pengalaman kerja; mereka sudah memperoleh pengalaman industri yang relevan sejak tahun ketiga perkuliahan. Sementara itu, riset AI pertanian membuka peluang baru bagi sektor agribisnis Indonesia, menjanjikan peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Kedua inisiatif ini menegaskan bahwa UNM berada di jalur yang tepat untuk mencetak generasi profesional yang siap bersaing, berinovasi, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.









