Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Sabtu malam, Brighton & Hove Albion Women berhasil menyingkirkan harapan langsung Manchester City Women untuk mengamankan gelar Women’s Super League (WSL) dengan kemenangan tipis 3-2 di Falmer Stadium. Pertandingan yang awalnya tampak menguntungkan City berbalik menjadi drama penuh gol, memperpanjang persaingan tajam di puncak klasemen.
City membuka laga dengan cepat, mencetak gol pada menit kelima melalui Kerolin yang memanfaatkan umpan silang dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut kiri atas gawang Chiamaka Nnadozie. Gol tersebut memberi City keunggulan awal, namun Brighton tidak tinggal diam. Pada akhir babak pertama, Madison Haley menyeimbangkan kedudukan dengan tembakan keras dari jarak menengah setelah menerima umpan dari Fran Kirby. Gol tersebut terjadi tepat di menit tambahan babak pertama, menandai awal kebangkitan Brighton.
Babak kedua dimulai dengan serangan cepat dari Brighton. Kiko Seike, pemain asal Jepang, mencetak gol pada menit ke-47 setelah meluncur di sisi kanan dan menembakkan bola ke sudut atas gawang City. Gol tersebut memberi Brighton keunggulan pertama dalam pertandingan. Namun, Haley kembali menjadi pahlawan dengan menyelesaikan double pada menit ke-65. Setelah tembakan pertamanya memantul, ia mengontrol bola dengan kepala dan mengamukkan gol kedua, memastikan Brighton memimpin 3-2.
Manchester City berusaha bangkit di menit-menit akhir. Khadija Shaw, striker andalan City, mencetak gol pada menit ke-86, mencatatkan gol ke-19nya musim ini. Namun, usaha terakhir City tidak cukup untuk menyamakan kedudukan, dan laga berakhir dengan kemenangan Brighton.
- Skor Akhir: Brighton 3 – 2 Manchester City
- Gol Brighton: Kiko Seike (47′), Madison Haley (2 gol: 45’+, 65′)
- Gol City: Kerolin (5′), Khadija Shaw (86′)
- Poin setelah pertandingan: City 49 poin (20 pertandingan), Chelsea 40 poin (19 pertandingan), Arsenal 38 poin (17 pertandingan)
Pelatih Manchester City Women, Andree Jeglertz, tetap optimis meski mengalami kemunduran. Ia menegaskan bahwa tim masih memiliki dua pertandingan penting, termasuk konfrontasi melawan Liverpool pada 3 Mei, dan bahwa gelar masih berada dalam genggaman bila hasil di liga lain mendukung. “Kami tidak khawatir, kami fokus pada latihan dan dua laga terakhir,” ujar Jeglertz dalam konferensi pers pasca laga.
Sementara itu, Fran Kirby mengakui penampilan tim di babak pertama kurang memuaskan. “Kami hampir kalah telak di babak pertama, tetapi kami bangkit di babak kedua dan berhasil memperpanjang perlombaan gelar,” kata Kirby. Ia menambahkan, “Kami percaya pada skuad dan akan terus berjuang hingga akhir musim.”
Kemenangan ini menambah tekanan pada Manchester City yang sebelumnya berada di puncak klasemen. Mereka kini harus mengandalkan hasil pertandingan lain, terutama Arsenal yang harus menahan Leicester City di pertemuan selanjutnya. Jika Arsenal gagal mengumpulkan poin, peluang City untuk kembali memimpin menjadi lebih besar.
Brighton, yang berada di posisi menengah klasemen, menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing melawan tim-tim elit. Performanya di laga ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi pendukung, tetapi juga menambah kredibilitas kompetisi WSL yang semakin kompetitif.
Dengan sisa empat minggu kompetisi, persaingan gelar diprediksi akan semakin intens. Pertandingan-pertandingan mendatang, termasuk konfrontasi langsung antara City dan Liverpool, serta laga-laga penentu poin bagi Arsenal, akan menjadi penentu akhir siapa yang akan mengangkat trofi WSL musim 2025/2026.











