Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Agustus 2026 | Pemerintah saat ini fokus memperbaiki kesehatan masyarakat dengan membangun klinik dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 RSUD di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Prabowo juga berencana menyediakan klinik di setiap gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang akan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui layanan jarak jauh. Rencana ini disiapkan setelah Prabowo mendapat laporan mengenai banyak ibu yang meninggal saat hendak melahirkan karena harus menempuh perjalanan hingga sembilan jam menuju fasilitas kesehatan.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut membutuhkan terobosan agar masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap dapat memperoleh layanan kesehatan dengan cepat. Pemerintah juga akan membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dan telah membawa berbagai peralatan medis modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke daerah lain.
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai menangani obesitas. Erwin menyarankan masyarakat menerapkan tiga langkah untuk mengenali risiko obesitas, yakni AMATI, UKUR, dan BERTINDAK.
Langkah pertama adalah mengamati perubahan pada tubuh, termasuk ukuran pakaian yang mulai terasa sempit di bagian perut atau lengan. Setelah itu, masyarakat perlu mengukur berat badan dan lingkar perut secara berkala untuk mengetahui adanya peningkatan risiko kesehatan. Erwin mengatakan laki-laki dengan lingkar perut mencapai 90 sentimeter atau lebih dan perempuan dengan lingkar perut mencapai 80 sentimeter atau lebih perlu mewaspadai risiko obesitas sentral.
Untuk mengatasi obesitas, masyarakat perlu bertindak dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mencari informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya. Bila diperlukan, masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Erwin mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk melakukan pemeriksaan, termasuk mengetahui kondisi tekanan darah dan gula darah.
Program Cek Kesehatan Gratis pada 2026 juga difokuskan pada tindak lanjut hasil pemeriksaan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, sehingga skrining tidak berhenti pada proses pemeriksaan semata. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dengan kesehatannya dan melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari penyakit yang terkait dengan obesitas.











