Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Agustus 2026 | Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini mendapat perhatian karena harga beras yang melonjak tinggi. Harga beras di Alor berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram, bahkan ada laporan yang menyebutkan harga beras mencapai Rp 30.000 per kilogram di beberapa daerah terpencil.
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, Adriano Jeconia Padama, menyuarakan kepeduliannya tentang harga beras yang melonjak di kampung halamannya. Ia berbicara langsung dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman tentang masalah ini. Mentan Amran kemudian menginstruksikan Bulog untuk memperkuat stok beras di Alor agar harga beras stabil.
Adriano kemudian mendapat beasiswa double degree ke Inggris sebagai penghargaan atas keberaniannya menyuarakan persoalan masyarakat Alor. Ia akan melanjutkan pendidikan S2 di University of Sheffield, Inggris, dengan biaya yang ditanggung oleh Universitas Diponegoro.
Dinas Perdagangan Kabupaten Alor menyebutkan bahwa harga beras di Alor masih relatif tinggi karena biaya distribusi dan jarak tempuh yang jauh. Namun, pemerintah daerah berupaya untuk memperkuat stok beras dan menstabilkan harga beras di Alor.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras di seluruh Indonesia harus sama dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia meminta Bulog untuk memperkuat stok beras di daerah-daerah terpencil agar harga beras stabil.
Dengan demikian, upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras di Alor dan daerah-daerah lainnya diharapkan dapat membuahkan hasil dan membantu masyarakat yang terkena dampak harga beras yang melonjak.











