Politik

Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Muncul, Pemerintah Fokus Mengisi Jabatan Kosong

×

Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Muncul, Pemerintah Fokus Mengisi Jabatan Kosong

Share this article
Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Muncul, Pemerintah Fokus Mengisi Jabatan Kosong
Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Muncul, Pemerintah Fokus Mengisi Jabatan Kosong

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Agustus 2026 | Isu perombakan kabinet atau reshuffle kembali menjadi sorotan publik. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa belum ada rencana resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait perubahan susunan kabinet.

Menurut Prasetyo, kabar mengenai reshuffle yang beredar belum memiliki dasar karena Presiden belum membahas ataupun memutuskan langkah tersebut. Ia menekankan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah mengisi sejumlah jabatan wakil menteri yang masih kosong.

📖 Baca juga:
Harga BBM di Indonesia: Antrean Panjang dan Upaya Mengatasi Ketergantungan Energi

Prasetyo juga menambahkan bahwa apabila nantinya dilakukan perubahan susunan kabinet, fokus utamanya adalah mengisi posisi yang masih kosong, terutama jabatan wakil menteri di sejumlah kementerian. Ia menyebutkan bahwa terdapat sedikitnya dua posisi wakil menteri yang hingga kini belum terisi, yakni Wakil Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengaku belum mengetahui adanya rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet atau reshuffle setelah peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026. Menurutnya, seluruh keputusan mengenai susunan kabinet merupakan kewenangan penuh Presiden.

📖 Baca juga:
Jokowi Siap Keliling Indonesia, Dari Lampung Hingga NTT, Setelah Pulih 100 Persen

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan lima kali reshuffle terhadap jajaran Kabinet Merah Putih. Nama-nama yang disebut sebagai calon untuk mengisi posisi yang kosong di antaranya Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dan CEO Republikorp Norman Joesoef.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa wacana perombakan kabinet tersebut tidak relevan dengan kebutuhan perbaikan kinerja pemerintahan saat ini. Ia menekankan bahwa evaluasi pejabat negara seharusnya difokuskan pada sektor-sektor yang mendapat penilaian buruk dari masyarakat.

📖 Baca juga:
Siap Kerja: Kunci Sukses di Tempat Kerja dan Masyarakat

Dalam beberapa hari terakhir, isu reshuffle kabinet kembali menguat. Namun, pemerintah tetap fokus pada prioritasnya untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong. Dengan demikian, masyarakat harus menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait perubahan susunan kabinet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *