Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Agustus 2026 | Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026) telah menyebabkan krisis air bersih di beberapa wilayah. Warga RT 02 RW 06 Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, salah satunya yang terkena dampaknya. Mereka kesulitan memperoleh air untuk mandi, mencuci, hingga membersihkan rumah yang masih dipenuhi lumpur.
Yusnimar (60), salah seorang warga, mengatakan bahwa pasokan air Perumda Air Minum Kota Padang terhenti sejak banjir. Sementara itu, air sumur berubah keruh dan sejumlah mesin pompa air (Sanyo) milik warga rusak akibat terendam banjir. Warga terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk mandi dan mencuci pakaian.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan bahwa seluruh instansi terkait dari BNPB, aparat TNI-Polri, hingga Pemkot sudah turun ke lapangan mengatasi banjir dan longsor di Kota Padang. Ia mengatakan bahwa banjir tersebut tidak membawa dampak kerusakan yang parah. Namun, ia meminta Wali Kota setempat untuk memakai anggaran bencana yang pernah diberikan Presiden Prabowo Subianto usai bencana akhir tahun lalu untuk memperbaiki saluran air PDAM yang kembali rusak akibat banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa banjir yang melanda Kota Padang mulai berangsur surut. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa kondisi di sejumlah wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan.
Banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Lahan sawah yang baru saja direhabilitasi pascabencana sebelumnya kini kembali tertimbun material sedimen lumpur. Dinas Pertanian Kota Padang mencatat bahwa kerusakan parah salah satunya terjadi di Kelurahan Kuranji. Di wilayah tersebut, terdapat 102 hektar lahan sawah yang sempat direhabilitasi akibat banjir akhir November 2025 lalu. Namun, sapuan banjir terbaru membuat puluhan hektar di antaranya kembali terdampak.
Kesimpulan, banjir yang melanda Kota Padang telah menyebabkan krisis air bersih dan berdampak pada sektor pertanian. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi banjir dan memperbaiki saluran air PDAM. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memulihkan wilayah terdampak.









