Ekonomi

Bursa Saham Asia Melemah, Indeks Kospi Anjlok 4,5% pada Pembukaan Perdagangan

×

Bursa Saham Asia Melemah, Indeks Kospi Anjlok 4,5% pada Pembukaan Perdagangan

Share this article
Bursa Saham Asia Melemah, Indeks Kospi Anjlok 4,5% pada Pembukaan Perdagangan
Bursa Saham Asia Melemah, Indeks Kospi Anjlok 4,5% pada Pembukaan Perdagangan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Agustus 2026 | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Senin pagi, 3 Agustus 2026. Koreksi bursa saham Asia Pasifik itu terjadi di tengah harga minyak dunia yang melemah pada awal pekan ini.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,43%. Sementara itu, indeks Topix melemah 1,45%. Indeks Kospi anjlok 4,57% saat pembukaan perdagangan. Indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq tergelincir 1,67%. Indeks acuan Australia ASX 200 melemah 0,36%.

📖 Baca juga:
BEI MSCI Ungkap Pertemuan Strategis: 9 Emiten HSC Dapat Perlakuan Khusus

Harga minyak turun setelah Presiden Donald Trump menyatakan pada hari Minggu sebelumnya bahwa ia membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Laporan media AS pada Jumat menyebutkan presiden sedang bersiap untuk gelombang serangan baru seiring memudarnya harapan akan penyelesaian konflik melalui negosiasi dan melonjaknya harga energi.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun $3,52 menjadi $84,41, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $3,49 menjadi $81,18 per barel. Ketiga indeks utama di wall street ditutup lebih tinggi pada Jumat, dengan Dow naik 276,97 poin, atau sekitar 0,53%, menjadi 52.485,03.

S&P 500 ditutup naik 0,7% di level 7.489,72, dan Nasdaq Composite melonjak 1% menjadi 25.373,85. Dengan indeks-indeks utama yang menutup perdagangan Jumat di dekat rekor tertinggi, perhatian kini beralih pada apakah faktor-faktor pendorong reli tersebut dapat terus memicu kenaikan lebih lanjut.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menambah instrumen investasi baru di pasar modal Tanah Air. Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia pada 10 Agustus 2026, BEI menargetkan peluncuran exchange traded fund (ETF) emas.

📖 Baca juga:
Pelaporan SPT Tembus 13 Juta, Pemerintah Hapus Denda Keterlambatan

ETF emas menjadi salah satu bentuk baru dalam ekosistem pasar modal Indonesia. Berbeda dengan reksa dana pada umumnya yang menggunakan aset dasar berupa saham, obligasi, atau instrumen pasar uang, ETF emas menggunakan komoditas emas sebagai underlying asset.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, sejauh ini sudah ada tujuh manajer investasi (MI) yang mengajukan diri untuk menerbitkan ETF emas di BEI. Lima MI lainnya masih dalam proses, sementara beberapa lainnya sedang menjalani proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mengumumkan perubahan pengendalinya. Emiten perbankan swasta raksasa itu kini memiliki pengendali tunggal. Sebelumnya, pengendali BBCA dipegang oleh perusahaan holding investasi PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) yang dipimpin dua anggota keluarga Hartono yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Namun, Sekretaris Perusahaan BCA, Rudy Budiartjo mengatakan, kini Budi Hartono menjadi pengendali BCA satu-satunya. Adapun persentase kepemilikan saham Robert Budi Hartono di PT DIA tidak berubah yaitu 51% dari modal ditempatkan dan disetor PT DIA.

📖 Baca juga:
Rupiah Tertekan: Risiko Fiskal, Swap USDT, Rating Fitch, dan Harga Kelapa Sawit Mengguncang Ekonomi Indonesia

Di akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan bulan Agustus 2026 dengan melanjutkan tren penguatan, meski pergerakannya terpantau terbatas. IHSG dibuka pada level 6.272 pada sesi pertama perdagangan Senin, 3 Agustus 2026.

Indeks kemudian terpantau menguat tipis 0,11% atau naik sekitar 5 poin dan berada di level 6.242. Penguatan ini melanjutkan performa positif pada penutupan pekan lalu di mana indeks ditutup menguat 0,80% di level 6.236.

Kesimpulan, bursa saham Asia melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Harga minyak dunia yang melemah menjadi salah satu penyebab melemahnya bursa saham Asia. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menambah instrumen investasi baru di pasar modal Tanah Air dengan peluncuran exchange traded fund (ETF) emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *