Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Juli 2026 | Langit malam Samarinda menjadi sangat indah dengan kemunculan bulan purnama ‘Buck Moon‘. Fenomena ini terjadi ketika posisi Bumi, Bulan, dan Matahari hampir segaris, menyebabkan gaya tarik gravitasi yang lebih kuat dan pasang air laut maksimum.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza, fase bulan penuh ini tidak berhubungan dengan cuaca harian, melainkan berkaitan dengan siklus gravitasi dan dinamika air laut. Ia juga mengimbau warga pesisir untuk waspada potensi banjir rob saat purnama dan bersiap menghadapi musim kemarau.
Sementara itu, di bulan Agustus 2026, setiap zodiak memiliki hari keberuntungan spesifik. Contohnya, Aries memiliki hari keberuntungan pada Selasa, 11 Agustus, ketika Juno berpindah ke Capricorn dan membawa kesempatan untuk meninjau kembali komitmen serta arah karier.
Kemenhan RI juga menyambut baik keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kemenhan. Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemenhan RI Mayjen I Gusti Ngurah Wisnu Wardana berharap kenaikan tukin tersebut bisa terealisasi mulai September 2026.
Di lain pihak, hujan meteor ganda terjadi pada 31 Juli, yang dapat dilihat dari seluruh Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh hujan meteor Delta Aquarida selatan dan Alfa Capricornida, yang muncul setiap tahun pada rentang waktu yang sama.
Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, melakukan aksi penanaman 500 bibit pohon dan penebaran 500 benih ikan di kawasan Bendungan Sindangheula, sebagai wujud nyata menjaga kelestarian alam dan ekosistem daerah.
Kesimpulan, bulan purnama ‘Buck Moon’ membawa keindahan dan keunikan pada langit malam, namun juga perlu diwaspadai potensi banjir rob dan musim kemarau. Setiap zodiak memiliki hari keberuntungan spesifik, dan kenaikan tukin di lingkungan TNI dan Kemenhan diharapkan dapat terealisasi mulai September 2026.











