Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Juli 2026 | Sebuah ledakan dahsyat terjadi di kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin, 20 Juli 2026. Ledakan ini mengakibatkan tujuh korban, terdiri atas empat orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Menurut Kepolisian Daerah Sumatera Utara, ledakan tersebut dipicu oleh akumulasi gas metana yang bocor dan terperangkap di dalam bangunan sebelum akhirnya tersulut.
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan adanya gas metana di lokasi kejadian. Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan. Namun, kepolisian belum dapat memastikan sumber kebocoran karena pengujian terhadap seluruh jaringan pipa masih berlangsung.
Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa untuk mengetahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut. Kasubbid Fiskom Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan bahwa proses investigasi ini memiliki tantangan tersendiri karena struktur instalasi pipa yang berada di dalam konstruksi bangunan.
Pemeriksaan bertahap dilakukan terhadap pipa instalasi tertanam di dalam struktur bangunan, sehingga membutuhkan kehati-hatian dan prosedur bertahap. Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas tersebut bisa terjebak dan memicu ledakan masif.
Sementara itu, Regional I PGN telah menghentikan aliran gas di lokasi kejadian untuk menjamin keselamatan warga serta memudahkan proses penyelidikan bersama aparat kepolisian. Dalam insiden ini, salah satu korban yang meninggal dunia adalah Roswita Bupu, asisten rumah tangga asal Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Jenazah Roswita telah dipulangkan ke kampung halamannya dan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Peristiwa ledakan di Grand Polonia Medan ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran gas metana dan memastikan keselamatan warga sekitar.











