Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juli 2026 | Argentina berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan ini tidak berlangsung tanpa kontroversi. Pemain Argentina, Leandro Paredes, melakukan tindakan yang dianggap tidak sportif terhadap pemain Inggris, Jude Bellingham.
Menurut mantan pemain Italia, Giuseppe Rossi, tindakan Paredes tersebut membuat Bellingham kehilangan fokus dan tidak bisa kembali ke pertandingan. Rossi menyatakan bahwa tindakan Paredes tersebut membuat perbedaan besar dalam pertandingan.
Selain itu, Argentina juga menuai kontroversi setelah pemain mereka melakukan aksi yang dianggap politis. Mereka memperlihatkan spanduk yang bertuliskan “Malvinas adalah Argentina” setelah pertandingan. Aksi ini dianggap melanggar peraturan FIFA dan bisa menyebabkan sanksi.
FIFA telah melarang penggunaan bendera atau simbol yang memiliki makna politis dalam pertandingan. Argentina bisa menghadapi sanksi jika dianggap melanggar peraturan ini.
Inggris sangat marah atas tindakan Argentina dan menyatakan bahwa aksi tersebut tidak sportif. Mereka juga menyatakan bahwa FIFA harus mengambil tindakan terhadap Argentina.
Pertandingan antara Argentina dan Inggris sangat sengit dan penuh dengan emosi. Kedua tim memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, terutama terkait dengan sengketa wilayah Falkland (Malvinas).
Argentina akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026. Mereka berharap bisa memenangkan gelar juara dunia untuk kedua kalinya berturut-turut.
Kontroversi yang terjadi dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang politik dan emosi.











