Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Juli 2026 | Indonesia saat ini sedang menghadapi kekeringan yang meluas di beberapa daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kekeringan telah mempengaruhi 16.055 jiwa di beberapa wilayah, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah yang terparah terkena dampak kekeringan. Sebanyak 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa terdampak di empat desa yang berada di Kecamatan Kemalang. BPBD Kabupaten Klaten telah menyalurkan 236 tangki air bersih atau sekitar 1.180.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di mana kekeringan telah mempengaruhi 1.820 kepala keluarga atau 5.648 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. BPBD Kabupaten Banyumas bersama otoritas daerah setempat menyiapkan sarana penampungan air dan menyalurkan ribuan liter air bersih.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis yang mencakup wilayah luas di Indonesia untuk periode Dasarian II Juli 2026. Peringatan ini menyusul aktifnya fenomena El Nino serta menguatnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Tanah Air.
BMKG juga melaporkan bahwa sebanyak 60,5 persen wilayah Indonesia atau setara 423 ZOM telah memasuki musim kemarau. Enam wilayah bahkan telah masuk kategori siaga atau level yang lebih tinggi dari waspada, yaitu Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, NTB, dan NTT.
Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memprakirakan cuaca wilayah NTT umumnya cerah berawan, siang cerah berawan dan sebagian wilayah hujan ringan. Wilayah yang berpotensi hujan ringan di siang hari adalah Soe, Betun, Ruteng, Borong, dan Tambolaka.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun musim kemarau sedang berlangsung, potensi hujan belum sepenuhnya hilang. Dinamika atmosfer regional yang dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby masih terpantau aktif di beberapa wilayah dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kesimpulan, kekeringan yang meluas di Indonesia telah mempengaruhi ribuan jiwa dan beberapa provinsi telah masuk dalam status siaga. BMKG terus memantau kondisi cuaca dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dan kekeringan.











