Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah menjadi turnamen yang mengecewakan bagi Korea Selatan, yang tersingkir dari kompetisi setelah kekalahan memalukan melawan Afrika Selatan. Kegagalan ini memicu kemarahan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang mengkritik penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih. Keputusan Myung-bo untuk mencadangkan Son Heung-min, bintang utama dan kapten tim, dalam laga krusial melawan Afrika Selatan, dianggap sebagai blunder fatal.
Korea Selatan dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah Republik Demokratik Kongo mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1. Hasil ini menempatkan Korea Selatan di peringkat ke-10 klasemen ketiga terbaik, sedangkan hanya delapan tim terbaik saja yang dipastikan lolos ke babak 32 besar. Dengan hanya mengoleksi tiga poin, Korea Selatan mencatatkan catatan terburuk dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Son Heung-min, yang dianggap sebagai pemain terpenting dan terpengaruh di Korea Selatan, belum mencetak gol di turnamen ini. Namun, ia tetap menjadi harapan bagi timnya untuk maju ke babak selanjutnya. Keputusan Myung-bo untuk tidak memainkan Son Heung-min secara penuh dalam laga melawan Afrika Selatan telah menuai kritik dari banyak pihak, termasuk mantan pemain sepak bola legendaris, Thierry Henry.
Thierry Henry menyatakan bahwa Korea Selatan tidak menunjukkan kemauan untuk menang melawan Afrika Selatan, dan bahwa keputusan Myung-bo untuk mencadangkan Son Heung-min adalah kesalahan besar. Ia juga menekankan bahwa Korea Selatan seharusnya menunjukkan kualitas mereka untuk mengalahkan Afrika Selatan, yang menunjukkan semangat dan keinginan yang lebih besar untuk menang.
Dalam kesimpulan, kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 adalah hasil dari keputusan-keputusan yang salah dan kurangnya kemauan untuk menang. Son Heung-min, yang dianggap sebagai harapan bagi timnya, tidak dapat memainkan peranannya secara maksimal karena keputusan pelatih. Kegagalan ini tentunya akan menjadi pelajaran berharga bagi Korea Selatan untuk mempersiapkan diri mereka lebih baik di masa depan.











