Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Juni 2026 | Pertandingan antara Belgia dan Iran di Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0-0. Meskipun tidak ada gol yang tercipta, pertandingan ini penuh dengan aksi seru dan dramatis. Belgia, yang merupakan favorit di grup G, tidak mampu mencetak gol meskipun memiliki peluang yang banyak.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengakui bahwa timnya kurang efisien di depan gawang. Ia juga menyatakan bahwa permainan dengan 10 pemain setelah Nathan Ngoy mendapatkan kartu merah tidak membantu. Garcia menambahkan bahwa Belgia biasanya mampu mencetak gol dalam situasi seperti ini, tetapi kali ini mereka tidak berhasil.
Penjaga gawang Iran, Alireza Beiranvand, menjadi pahlawan dengan beberapa penyelamatan yang luar biasa. Ia berhasil mencegah beberapa peluang gol Belgia dan membantu Iran untuk mendapatkan hasil imbang. Belgia sendiri memiliki 59% penguasaan bola dan 23 tembakan, tetapi tidak satu pun yang bisa melewati Beiranvand.
Midfielder Belgia, Nicolas Raskin, mengungkapkan frustrasinya karena bola tidak berpihak pada mereka. Ia menyatakan bahwa permainan seperti ini sudah pernah dialami sebelumnya, tetapi biasanya mereka mampu mencetak setidaknya tiga gol. Raskin menambahkan bahwa Iran memiliki pertahanan yang kuat dan mereka sulit ditembus.
Pertandingan ini menandai awal yang sulit bagi Belgia di Piala Dunia 2026. Mereka sebelumnya telah bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Sementara itu, Iran telah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Dalam klasemen sementara grup G, Belgia dan Iran sama-sama memiliki 2 poin dari 2 pertandingan.
Pertandingan berikutnya Belgia akan melawan Selandia Baru, sementara Iran akan bertemu dengan Mesir. Pertandingan-pertandingan ini akan menentukan siapa yang akan melaju ke babak selanjutnya. Belgia masih memiliki peluang untuk maju, tetapi mereka harus meningkatkan performa mereka jika ingin sukses di turnamen ini.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Belgia masih memiliki pekerjaan rumah untuk diperbaiki, terutama dalam hal efisiensi di depan gawang. Mereka harus bisa mengkonversi peluang menjadi gol jika ingin maju di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Iran telah menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi lawan yang tangguh dan tidak bisa dianggap remeh.











