Ekonomi

Kisah Ipeh dan Inovasi Green Zakat: Ubah Sampah Jadi Emas

×

Kisah Ipeh dan Inovasi Green Zakat: Ubah Sampah Jadi Emas

Share this article
Kisah Ipeh dan Inovasi Green Zakat: Ubah Sampah Jadi Emas
Kisah Ipeh dan Inovasi Green Zakat: Ubah Sampah Jadi Emas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Juni 2026 | Di Jakarta Barat, sebuah kisah inspiratif tentang seorang wanita bernama Hotifah atau Ipeh yang berhasil bangkit dari badai PHK dengan memulai usaha kecil-kecilan. Ipeh memulai usahanya dengan modal Rp134 ribu dan kini telah menembus pasar global bersama Rumah BUMN BRI.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan program Green Zakat yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan literasi investasi dengan mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi tabungan emas. Melalui konsep ekonomi sirkular, BSI memanfaatkan dana zakat untuk memberdayakan mustahik sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif mengelola sampah secara berkelanjutan.

📖 Baca juga:
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk dan Energi Baru: Membuka Peluang Investasi di Sektor Energi Terbarukan

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan zakat yang inovatif mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Program Waste Management yang dikembangkan BSI melalui Green Zakat memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah anorganik ke kios daur ulang yang disediakan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti goodie bag, plakat, kursi, hingga meja hasil daur ulang. Masyarakat yang menyetorkan sampah juga bisa memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dengan nilai sampah yang disetorkan dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas.

📖 Baca juga:
Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Penjualan Melonjak dan Harga Turun

BSI menargetkan pengelolaan 27 ton sampah dan menjangkau 73 penerima manfaat di Bantar Gebang serta Tangerang Selatan, dengan dukungan dana Rp1 miliar untuk pelatihan dan pembangunan lima kios daur ulang. Dengan demikian, Green Zakat menjadi jembatan yang menghubungkan pemberdayaan mustahik, pelestarian lingkungan, serta peningkatan literasi investasi masyarakat.

Kesimpulan, kisah Ipeh dan inovasi Green Zakat menunjukkan bahwa dengan kemauan dan inovasi, kita dapat mengubah sampah menjadi emas dan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

📖 Baca juga:
Harga Emas dan Perak 14 April 2026: Rincian Lengkap Gram ke Gram dan Dampak Pasar Domestik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *