Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Juni 2026 | Bulan Muharram merupakan salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah yang penuh keberkahan. Sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, Muharram menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak amalan, termasuk puasa sunnah. Puasa di bulan ini termasuk yang paling utama setelah Ramadan, sebagaimana dianjurkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Di antara hari-hari di bulan Muharram, tanggal 10 disebut sebagai Hari Asyura yang memiliki keutamaan luar biasa. Hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram. Pada tahun 1448 Hijriah, 1 Muharram bertepatan dengan sekitar 16 Juni 2026, sehingga 10 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar. Berdasarkan dalil hadis sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa berpuasa pada hari kesepuluh Muharram dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Penting dicatat, Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in mengungkapkan bahwa kesempurnaan ibadah ini diawali dengan kemantapan ikrar di dalam hati sejak malam hari.
Merangkum buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, Penerjemah Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si dan Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, Said Yai, serta sumber kredibel lain, berikut ini adalah bacaan niat puasa 10 Muharram teks Arab, Latin dan artinya, serta tata cara dan jadwalnya pada 2026.
Niat Puasa Asyura yang Dibaca pada Malam Hari: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ). Artinya: “Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
Umat Islam perlu mengetahui niat puasa 10 Muharram dan tata caranya mengingat besarnya keutamaan yang diperoleh ketika mengamalkannya. Dengan memahami dan mengamalkan niat puasa Asyura, umat Islam dapat meraih keutamaan yang besar dan membersihkan diri dari dosa.
Kesimpulan, puasa Asyura merupakan kesempatan yang besar untuk meraih pahala berlimpah dan membersihkan diri dari dosa. Dengan memahami dan mengamalkan niat puasa Asyura, umat Islam dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.











