Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 April 2026 | Di tengah tantangan lingkungan dan bencana alam, Kabupaten Lahat memperlihatkan langkah konkret untuk menumbuhkan masyarakat waras. Dua inisiatif utama, yakni Gerakan Sekolah Asri yang diprakarsai Wakil Bupati Widia Ningsih SH MH dan program relokasi rumah bagi korban banjir yang digulirkan Bupati H. Bursah Zarnubi SE, menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang belajar sehat serta tempat tinggal aman.
Gerakan Sekolah Asri resmi diluncurkan pada 17 April 2026 di SMP Negeri 1 Lahat Selatan. Acara pembukaan ditandai dengan penanaman pohon bersama siswa, guru, dan jajaran Pemkab. Tema “Tanam Pohon untuk Hari Esok yang Lebih Baik” menekankan pentingnya menjaga ekosistem sejak dini. Kepala sekolah, Ridiansyah SPdi MPd, menegaskan bahwa lingkungan hijau tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan mental dan fisik peserta didik. Ia menambahkan, “Lingkungan sekolah harus menjadi ruang belajar yang sehat dan nyaman”.
Langkah ini selaras dengan upaya menciptakan mindset kolektif yang peduli lingkungan, yang dianggap sebagai fondasi masyarakat waras. Penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan pembuatan area hijau menjadi bagian dari kurikulum ekstrakurikuler, memberi siswa kesempatan belajar langsung tentang keberlanjutan.
Sementara itu, pada hari yang sama, Bupati Bursah Zarnubi bersama timnya meresmikan 52 unit rumah relokasi di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar, dilengkapi jalan lingkar berukuran 6 meter lebar dan panjang 200 meter, serta fasilitas umum pendukung. Kepala Desa Tamadin Husen mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam, menyatakan bahwa bantuan ini memberi harapan baru bagi warga yang sebelumnya hidup dalam ketidakpastian pasca banjir bandang 2023.
Program relokasi bukan sekadar penyediaan atap, melainkan upaya memulihkan rasa aman dan stabilitas psikologis warga. Menurut Kepala Dinas Perkimtan, Limra Naupan ST MT, rumah baru ini diharapkan menjadi titik tolak pemulihan ekonomi lokal, karena lahan kosong di sekitar kompleks dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau usaha kecil, menambah pendapatan keluarga.
Berikut rangkuman langkah-langkah utama yang diambil pemerintah Lahat dalam rangka membangun masyarakat waras:
- Penanaman pohon dan pembuatan area hijau di sekolah-sekolah.
- Penerapan kurikulum lingkungan hidup pada kegiatan ekstrakurikuler.
- Pembangunan 52 unit rumah relokasi dengan infrastruktur penunjang.
- Penyediaan lahan untuk kegiatan produktif warga pasca relokasi.
- Koordinasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan, Perkimtan, dan Pemerintah Desa.
Sinergi antara sektor pendidikan dan penataan perumahan memperlihatkan bahwa pembangunan fisik dan mental saling melengkapi. Lingkungan belajar yang asri menurunkan tingkat stres siswa, sementara rumah yang aman mengurangi kecemasan keluarga. Kedua faktor tersebut menjadi komponen penting dalam menciptakan masyarakat waras yang resilien terhadap krisis.
Para ahli kesehatan masyarakat menilai bahwa intervensi semacam ini dapat menurunkan prevalensi masalah psikologis, seperti depresi dan kecemasan, terutama pada anak-anak dan remaja. Dengan menyediakan ruang yang bersih, hijau, dan terstruktur, mereka menciptakan lingkungan yang merangsang rasa aman dan keterlibatan sosial.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh partisipasi aktif warga. Siswa, guru, orang tua, serta tokoh masyarakat secara sukarela terlibat dalam penanaman pohon, perawatan taman, dan pemeliharaan fasilitas umum. Keterlibatan ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, nilai penting bagi masyarakat waras yang berdaya.
Meski capaian sudah signifikan, tantangan tetap ada. Pemeliharaan jangka panjang area hijau dan keberlanjutan program relokasi membutuhkan sumber daya berkelanjutan serta monitoring rutin. Pemerintah Lahat berencana membentuk komite pemantau yang melibatkan akademisi, LSM, dan perwakilan warga untuk memastikan setiap inisiatif tetap relevan dan efektif.
Secara keseluruhan, upaya Wabup Lahat dan Bupati Bursah Zarnubi menunjukkan bahwa strategi terpadu antara pendidikan, lingkungan, dan perumahan dapat menjadi model bagi daerah lain. Dengan menumbuhkan mindset peduli lingkungan dan memberikan tempat tinggal yang layak, Lahat berada di jalur yang tepat untuk menciptakan masyarakat waras yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Kesimpulannya, kombinasi antara gerakan sekolah asri dan program relokasi rumah bukan hanya sekadar kebijakan administratif, melainkan investasi jangka panjang pada kesehatan mental, kesejahteraan sosial, dan ketahanan komunitas Lahat.











