Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 Juni 2026 | Jeffrey Hendrik, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) baru, telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal di Indonesia. Ia menyampaikan hal ini setelah bertemu dengan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung DPR, Jakarta.
Jeffrey menjelaskan bahwa agenda reformasi pasar modal telah berjalan selama empat bulan terakhir dan akan terus dilanjutkan. Ia juga berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola yang baik di pasar modal Indonesia.
Selain itu, Jeffrey akan fokus pada pendalaman pasar dari sisi permintaan dan penawaran. Dengan langkah-langkah tersebut, ia yakin bahwa pasar modal Indonesia dapat setara dengan bursa-bursa saham dunia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan tujuh direktur baru BEI, termasuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama. Penetapan ini dilakukan setelah proses seleksi yang ketat dan akan diumumkan secara resmi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI pada 29 Juni 2026.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa OJK telah memilih direktur baru BEI dari empat paket calon yang diajukan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan reformasi integritas di pasar modal.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, juga menyambut baik pengangkatan direktur baru BEI. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan reformasi integritas di pasar modal untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Dengan demikian, Jeffrey Hendrik dan tim direktur baru BEI siap untuk memimpin dan mengembangkan pasar modal Indonesia ke arah yang lebih baik.









