Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan dan memaksa penduduk setempat untuk mengungsi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 km. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau sekitar 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
Gempa ini memiliki mekanisme sesar normal atau pergerakan turun (normal fault), sehingga guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan intensitas tertinggi yang mencapai VII MMI.
Pasca gempa utama, aktivitas seismik masih terus berlangsung. Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi puluhan gempa susulan. BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah memerintahkan langkah-langkah tanggap darurat untuk menangani bencana ini. Beliau meminta semua instansi pemerintah untuk segera menangani respons darurat, membantu penduduk yang terkena dampak, dan memastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi.
Pemerintah setempat juga telah mempersiapkan tempat penampungan sementara untuk penduduk yang terkena dampak. Tim medis telah dikerahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk yang terluka.
Kerusakan akibat gempa ini cukup parah, dengan beberapa bangunan roboh dan jalan rusak. Penduduk setempat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah.
Dalam beberapa jam setelah gempa, BMKG telah menerima laporan resmi tentang kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, diikuti oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI.
BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan frekuensi gempa susulan akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya.
Untuk saat ini, penduduk setempat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat. Gempa ini merupakan peringatan penting bagi kita semua untuk selalu siap menghadapi bencana alam dan mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi darurat.











