Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juni 2026 | Pertandingan antara Qatar dan Swiss di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah terjadi kontroversi penalti. Pada menit ke-14, gelandang Swiss Remo Freuler dijatuhkan oleh kiper Qatar, Mahmoud Abunada, di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih dan Breel Embolo berhasil menggetarkan gawang Qatar.
Masalahnya, dari tayangan ulang, Freuler tampak dalam posisi offside sebelum dilanggar oleh Abunada. Namun, wasit tidak melakukan review garis offside dan langsung menunjuk penalti. FIFA melakukan klarifikasi bahwa kejadian tersebut akibat gangguan teknis singkat yang mencegah grafik animasi onside dihasilkan sebelum penalti.
Legenda Manchester United, Gary Neville, mengkritik FIFA karena tidak menunjukkan bukti visual kepada publik. Neville menyebut sikap FIFA sebagai “kediktatoran” dan mempertanyakan alasan FIFA tidak memperlihatkan bukti keputusan otomatis tersebut. Kontroversi ini memicu debat panas di kalangan pecinta sepak bola.
Sementara itu, Qatar berhasil meraih satu poin setelah Boualem Khoukhi mencetak gol pada menit akhir pertandingan. Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, juga melakukan penyelamatan penting saat menghadapi gempuran Swiss. Abunada yang baru saja pulih dari cedera berhasil membuat beberapa penyelamatan krusial dan membantu Qatar meraih hasil imbang.
Pertandingan ini menjadi catatan sejarah bagi Qatar yang baru pertama kali meraih poin di Piala Dunia. Meskipun kontroversi penalti masih menjadi perdebatan, Qatar tetap fokus pada pertandingan selanjutnya untuk meraih kemenangan.
Kontroversi ini juga memicu perdebatan tentang penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) di sepak bola. Banyak yang mempertanyakan efektifitas VAR dalam mengambil keputusan yang akurat dan adil. FIFA sendiri masih belum memberikan klarifikasi yang jelas tentang kejadian tersebut.
Dalam kesimpulan, pertandingan antara Qatar dan Swiss di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan karena kontroversi penalti yang tidak jelas. Meskipun Qatar berhasil meraih satu poin, kontroversi ini tetap menjadi perdebatan hangat di kalangan pecinta sepak bola.









