Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Juni 2026 | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut berlangsung selama satu jam dan membahas beberapa isu penting, termasuk investasi energi hijau dan perdamaian internasional.
JK didampingi oleh putranya, Solihin Kalla, yang merupakan Presiden Direktur Kalla Group. Kedatangan JK disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang kemudian mengantar JK dan Solihin untuk bertemu dengan Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut, JK dan Prabowo membahas rencana investasi energi hijau yang diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. JK menyatakan bahwa kebutuhan energi nasional akan meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, yaitu 8 persen. Oleh karena itu, JK menekankan pentingnya investasi energi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
JK juga menyatakan bahwa Kalla Group telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas sekitar 1.500 megawatt (MW) dan siap melanjutkan pembangunan sebesar 2.000 MW, termasuk untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Prabowo mendukung rencana percepatan energi bersih dan menyetujui percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau.
Pertemuan tersebut juga membahas situasi perdamaian di beberapa negara, termasuk Thailand, Afganistan, dan Pakistan. JK menyatakan bahwa perdamaian internasional sangat penting untuk mendukung stabilitas dan keamanan global.
Pertemuan antara JK dan Prabowo merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi antara pemerintah dan kalangan pengusaha. Prabowo terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen bangsa guna memperkuat persatuan dan mendorong kontribusi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.
Kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah bahwa investasi energi hijau dan perdamaian internasional merupakan isu penting yang perlu dibahas dan diatasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas global. Dengan demikian, pertemuan antara JK dan Prabowo dapat diharapkan untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah dan kalangan pengusaha dalam mendukung pembangunan nasional.









