Bencana Alam

Hujan Lebat Picu Longsor Mematikan Jalan Clongop, Gunungkidul: BPBD Siapkan Tim Siaga

×

Hujan Lebat Picu Longsor Mematikan Jalan Clongop, Gunungkidul: BPBD Siapkan Tim Siaga

Share this article
Hujan Lebat Picu Longsor Mematikan Jalan Clongop, Gunungkidul: BPBD Siapkan Tim Siaga
Hujan Lebat Picu Longsor Mematikan Jalan Clongop, Gunungkidul: BPBD Siapkan Tim Siaga

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | Hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada pertengahan April 2026 memicu terjadinya longsor berulang di Jalan Baru Clongop, Gedangsari. Material longsor menutup lebih dari 70% jalan, mengganggu akses utama antara Gedangsari dan Klaten. Mengantisipasi potensi longsor susulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menempatkan personel siaga di lokasi sejak 19 April 2026.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, tebing sepanjang sekitar 25 meter di jalur tersebut masih sangat labil. “Karena memang masih labil bukitnya, kami siaga dan menempatkan personel di sana, selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kepolisian,” ujarnya saat dihubungi. Personel BPBD bertugas memantau kondisi tanah, melakukan penilaian cepat bila terjadi pergeseran, serta membersihkan material longsor untuk membuka kembali akses jalan.

📖 Baca juga:
Tsunami 80 cm Guncang Pesisir Honshu: Gempa M 7,7 Jepang Picu Ancaman Bencana Besar

Longsor pertama tercatat pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, ketika intensitas hujan sedang mengguyur wilayah Watugajah, Gedangsari. Pada pagi hari berikutnya, warga menemukan material longsor yang menutup hampir seluruh lebar jalan. Tim BPBD langsung melakukan asesmen dan melaporkan bahwa 70% badan jalan tertutup material longsor, namun tidak ada korban jiwa atau luka-luka karena jalur ditutup segera setelah kejadian.

Untuk mengatasi masalah ini, BPBD menerapkan sistem “buka tutup” pada jalur. Setiap kali terjadi longsor, material yang menghalangi jalan segera disingkirkan sehingga akses dapat dibuka kembali secara kondisional. “Jika ada longsoran, kami singkirkan dulu, lalu buka lagi. Pendekatannya buka tutup,” jelas Purwono. Sistem ini memungkinkan kendaraan tetap melintasi jalan, meski dengan peringatan bahwa kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.

Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi juga telah dilakukan. BPBD telah mengirimkan surat resmi kepada PU Provinsi, mengusulkan agar perbaikan jalur dimasukkan dalam anggaran perubahan. Salah satu rencana jangka panjang adalah pemasangan kawat bronjong pada tebing, mengingat tanah di daerah tersebut didominasi lempung yang rentan terhadap erosi dan pergeseran. “Kemungkinan dengan kawat bronjong, tapi masih dalam kajian PU,” tambah Purwono.

📖 Baca juga:
Hujan Masih Turun, Namun El Nino “Godzilla” Mengintai: Apa Artinya Bagi Indonesia?

Selain penanganan teknis, pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, menghindari area yang tampak retak atau berlumut, serta melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah kepada petugas setempat. Pengawasan intensif dilakukan terutama saat curah hujan tinggi, karena data menunjukkan bahwa hujan menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah ini.

Kasus longsor di Jalan Clongop menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim dan intensitas hujan yang meningkat dapat memperparah risiko bencana alam di daerah rawan. Pemerintah daerah Yogyakarta, termasuk Kabupaten Sleman, telah memperkuat sistem peringatan dini dan melakukan pemetaan zona rawan longsor. Meskipun artikel ini berfokus pada Gunungkidul, situasi serupa juga terjadi di Sleman, di mana hujan lebat beberapa minggu lalu menimbulkan tanah longsor di beberapa desa pinggiran.

Penanganan cepat BPBD Gunungkidul menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam mengatasi bencana alam. Dengan penempatan personel, sistem buka tutup, serta rencana perbaikan jangka panjang, diharapkan akses jalan dapat dipertahankan dan potensi bahaya dapat diminimalisir. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti arahan petugas, memperhatikan peringatan cuaca, dan berpartisipasi aktif dalam pelaporan dini.

📖 Baca juga:
Banjir Solo‑Sukoharjo 2026: Curah Hujan Ekstrem Pecah Rekor, 109 Warga Mengungsi

Secara keseluruhan, langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh BPBD Gunungkidul serta dukungan Dinas PU Provinsi menunjukkan komitmen bersama untuk mengurangi dampak longsor yang dipicu hujan lebat. Upaya berkelanjutan dalam perencanaan infrastruktur, penggunaan teknologi pemantauan tanah, serta edukasi publik menjadi kunci dalam mengurangi risiko di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *