BERITA

Kepala Daerah Jadi Sasaran Hoaks, Purbaya Respons Keluhan Kepala Daerah Tak Ada Duit untuk Gaji PPPK

×

Kepala Daerah Jadi Sasaran Hoaks, Purbaya Respons Keluhan Kepala Daerah Tak Ada Duit untuk Gaji PPPK

Share this article
Kepala Daerah Jadi Sasaran Hoaks, Purbaya Respons Keluhan Kepala Daerah Tak Ada Duit untuk Gaji PPPK
Kepala Daerah Jadi Sasaran Hoaks, Purbaya Respons Keluhan Kepala Daerah Tak Ada Duit untuk Gaji PPPK

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juni 2026 | Kepala daerah tidak luput dari sasaran isu yang dibagikan, mulai dari pembagian bantuan sampai promosi judi online. Keberadaan berita bohong ini harus diwaspadai, sebab dapat menimbulkan kerugian. Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap sejumlah hoaks yang mencatut kepala daerah.

Sebagian hoaks menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) deepfake untuk memanipulasi video dan suara pejabat, sehingga terlihat sangat meyakinkan. Kondisi ini membuat masyarakat sulit membedakan informasi yang benar dan salah, sehingga rentan terkecoh oleh informasi yang salah.

📖 Baca juga:
Tragedi dan Kemenangan di Surabaya: Dari Kebakaran RSUD hingga Kemenangan Persebaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan kepala daerah yang tidak memiliki anggaran untuk menggaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga akhir 2026. Bendahara negara ini menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri dalam Negeri Tito Karnavian.

Purbaya menyampaikan, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp 306,1 triliun atau 44,2% dari pagu APBN, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan 2025. Ia menjelaskan, penyaluran TKD pada Mei 2026 didorong oleh pencairan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, serta Dana Otonomi Khusus.

📖 Baca juga:
Sydney pools: Renovasi Properti Mewah, Tren Kebugaran, dan Dampaknya pada Komunitas

Keluhan sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda yang menyebut provinsinya tidak memiliki uang lagi untuk membayar PPPK hingga akhir 2026. Sherly menuturkan, arahan pemerintah yang memberikan relaksasi agar belanja pegawai bisa melebihi 30% tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman juga buka suara terkait penutupan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penutupan sejumlah SPPG tersebut viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet. Dudung menjelaskan bahwa penutupan sejumlah SPPG yang kini ramai diperbincangkan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

📖 Baca juga:
Konflik di Asia Barat Turun 3,4% dan Insiden Penumpang Grab

Menurut Dudung, penutupan sejumlah SPPG yang kini ramai diperbincangkan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN. Ia menegaskan bahwa penutupan sejumlah SPPG yang kini ramai diperbincangkan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

Kesimpulan, kepala daerah harus waspada terhadap berita bohong yang dapat menimbulkan kerugian. Pemerintah juga harus berkoordinasi lebih lanjut untuk menyelesaikan permasalahan keuangan daerah, terutama dalam hal penggajian PPPK. Selain itu, penutupan sejumlah SPPG harus ditertibkan oleh Kepala BGN yang baru, sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *