Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Juni 2026 | Komisi X DPR RI menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di perguruan tinggi negeri (PTN). Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan sistem seleksi berjalan transparan, akuntabel, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
Mengutip laman resmi dpr.go.id, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyoroti penyelenggaraan SNPMB tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis seleksi, tetapi juga menyangkut prinsip keadilan serta pemerataan akses pendidikan tinggi. Karena itu, ia menegaskan perlunya penguatan sistem agar pelaksanaan seleksi tidak menyisakan celah pelanggaran.
Di sisi lain, daya tampung program studi di PTN juga menjadi sorotan. Beberapa program studi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) tercatat memiliki jumlah peminat yang sangat tinggi, seperti Administrasi Bisnis dan Teknik Informatika. Namun, terdapat pula program studi yang relatif lebih sepi peminat, sehingga dapat menjadi alternatif bagi peserta yang ingin mencari peluang persaingan yang berbeda.
Universitas Brawijaya (UB) juga menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang paling banyak diminati pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan masuk UB semakin ketat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam menyikapi hal ini, Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, mengatakan tingkat persaingan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyarankan peserta yang belum berhasil lolos SNBT untuk menggunakan daftar prodi favorit sebagai referensi sebelum mengikuti jalur mandiri UB yang masih dibuka.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi nasional merupakan langkah yang tepat. Dengan demikian, diharapkan sistem seleksi dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi nasional. Hal ini dapat membantu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, dan keadilan dalam proses seleksi. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan dan peserta didik dapat memiliki akses yang lebih baik untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.







