Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | Aston Villa kembali menorehkan sejarah gemilang di kompetisi internasional setelah berhasil melaju ke semifinal Liga Europa 2025/2026. Kemenangan telak atas Bologna, baik di leg tandang maupun leg kandang, menegaskan ambisi klub Birmingham ini untuk menantang gelar Eropa meski sekaligus menyeimbangkan perjuangan di Premier League.
Di leg pertama yang digelar di Serie A, Villa mengukir kemenangan 3-1 di Stadio Renato Dall’Ara. Gol-gol tercipta dari kombinasi serangan cepat dan ketajaman lini depan, menambah kepercayaan diri tim. Kembali ke rumah pada leg kedua di Villa Park, Villa mempertegas dominasinya dengan menorehkan skor 4-0, sehingga total agregat 7-1 menjadi bukti taktik Unai Emery yang matang.
Keberhasilan ini menempatkan Villa di puncak jalur semifinal melawan rekan sesama Inggris, Nottingham Forest. Pertemuan ini tidak hanya menjadi laga klasik antara dua tim dengan sejarah panjang di Inggris, tetapi juga menandai semifinal Liga Europa pertama yang seluruhnya melibatkan klub Inggris.
Meski berada di panggung Eropa, manajer asal Prancis tersebut menegaskan bahwa fokus utama tetap pada persaingan domestik. “Kami sangat bangga dengan pencapaian di Liga Europa, tetapi Premier League tetap prioritas utama. Setiap pertandingan di liga harus kami dekati dengan profesionalisme yang sama,” ujar Unai Emery dalam konferensi pers pasca kemenangan.
Perjalanan Villa di Liga Europa kali ini memang luar biasa. Sebelum mengalahkan Bologna, mereka menyingkirkan Lille pada fase 16 besar dengan agregat 3-0, serta menunjukkan konsistensi dalam fase grup dengan mengalahkan Feyenoord, Maccabi Tel Aviv, Young Boys, Basel, Fenerbahçe, dan RB Salzburg. Hanya satu kali mereka mengalami kekalahan di fase grup, yaitu 1-2 melawan Go Ahead Eagles, yang tetap menjadi pembelajaran berharga.
Sejarah Villa di kompetisi Eropa tidak lepas dari tantangan. Berikut rangkuman singkat tiga musim pertama Aston Villa menembus perempat final Liga Europa:
- 1977/1978: Menembus perempat final namun tersingkir oleh Barcelona dengan agregat 2-4.
- 1997/1998: Kembali ke perempat final, kali ini harus menyerah pada Atletico Madrid setelah kehilangan 1-0 di leg pertama.
- 2025/2026: Mencapai semifinal setelah mengalahkan Bologna, menandai pencapaian terbaik klub dalam era modern.
Kemenangan atas Bologna juga menjadi bukti peningkatan kualitas skuad. Pemain-pemain kunci seperti Ollie Watkins, Jacob Ramsey, dan goalkeeper baru yang diangkat menunjukkan performa stabil. Di samping itu, strategi rotasi pemain yang cermat memungkinkan Emery mengelola kebugaran tim untuk mengatasi jadwal padat antara kompetisi Eropa dan Premier League.
Di sisi lain, persaingan di Premier League semakin sengit. Villa, yang berakhir sebagai runner-up di fase grup Liga Europa, kini berada di posisi empat klasemen Premier League, bersaing ketat dengan tim-tim papan atas seperti Manchester City, Liverpool, dan Chelsea. Keputusan Emery untuk tidak mengorbankan performa liga demi Eropa mendapat pujian dari penggemar dan analis.
Menatap ke depan, semifinal melawan Nottingham Forest diprediksi akan menjadi laga yang menegangkan. Kedua tim memiliki filosofi menyerang yang menarik, namun Villa diunggulkan secara statistik berkat catatan pertahanan yang lebih solid di fase grup. Jika berhasil menembus final, Villa berpeluang besar menambah trofi pertama dalam kompetisi Eropa sejak era 1990-an.
Kesimpulannya, pencapaian Aston Villa di Liga Europa 2025/2026 mencerminkan kombinasi taktik cerdas, kedalaman skuad, dan semangat juang yang tinggi. Sementara Unai Emery tetap menyeimbangkan ambisi Eropa dengan keharusan mempertahankan posisi kompetitif di Premier League, fans dapat menantikan pertarungan sengit di semifinal yang akan menentukan siapa yang melaju ke final.











