Internasional

Trump Keras Mengkritik Paus Leo XIV, Iran dan Italia Merespon dengan Tegas

×

Trump Keras Mengkritik Paus Leo XIV, Iran dan Italia Merespon dengan Tegas

Share this article
Trump Keras Mengkritik Paus Leo XIV, Iran dan Italia Merespon dengan Tegas
Trump Keras Mengkritik Paus Leo XIV, Iran dan Italia Merespon dengan Tegas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 18 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menimbulkan gelombang kontroversi setelah menyerang Paus Leo XIV dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih menjelang keberangkatannya ke Las Vegas. Trump menuduh Paus secara keliru mengusulkan agar Iran memiliki senjata nuklir, sebuah pernyataan yang tidak pernah diucapkan oleh Paus. “Paus bisa bicara apa saja yang dia inginkan, dan saya mau dia berkata apa saja, tetapi saya berhak tidak setuju,” ujar Trump. Ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menambahkan dukungannya terhadap penyebaran Injil oleh Paus, sekaligus menolak sikap Paus yang menentang serangan Israel terhadap Iran serta krisis kemanusiaan di Gaza.

Serangan verbal Trump ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Paus Leo XIV secara terbuka menolak serangan Israel‑AS ke Iran, menyebutnya sebagai “kegilaan perang” dan menyoroti penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza. Kritikan Trump tidak hanya terbatas pada kebijakan luar negeri Paus, tetapi juga menyinggung peran Paus dalam politik internasional, bahkan mengklaim memiliki andil dalam pemilihannya sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat.

📖 Baca juga:
Iran Selat Hormuz Dikecam: Negara Arab Desak Bayar Ganti Rugi dan Buka Jalur Strategis

Sementara itu, di luar Amerika Serikat, Presiden Iran menanggapi pernyataan Trump dengan kecaman tegas. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor kepresidenan, Presiden Iran menegaskan bahwa serangan pribadi terhadap Paus merupakan pelanggaran norma diplomatik dan menambah ketegangan dalam hubungan internasional. “Kami menolak segala bentuk intimidasi terhadap pemimpin agama dunia, apalagi ketika hal itu dipakai untuk menjustifikasi kebijakan agresif terhadap negara kami,” bunyi pernyataan tersebut.

Reaksi Iran tidak berdiri sendiri. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang dikenal dekat dengan Trump dalam kebijakan NATO, juga menjadi sasaran ancaman. Trump melalui platform Truth Social mengisyaratkan bahwa Italia tidak akan mendapatkan dukungan Amerika jika terus membela Paus. “Italia tidak ada untuk kami, dan kami tidak akan ada untuk mereka,” tulis Trump, menambahkan ancaman bahwa Iran dapat menghancurkan Italia dalam dua menit jika negara tersebut membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Langkah Trump ini memicu kemarahan politikus Italia. Elly Schlein, sekretaris Partai Demokrat, menilai pernyataan Trump sebagai serangan tidak beralasan terhadap kedaulatan Italia. “Kita semua warga negara Italia, dan tidak akan menerima ancaman terhadap pemerintah serta negara kita,” ujarnya dalam konferensi pers di Roma.

📖 Baca juga:
PM Italia Gores Perjanjian Pertahanan dengan Israel: Langkah Tegas di Tengah Ketegangan

Di dalam negeri Amerika, kelompok Kristen mengkritik sikap Trump yang dianggap menodongkan Paus secara tidak adil. Beberapa uskup menegaskan dukungan mereka terhadap Paus dalam menentang perang, sementara menolak campur tangan politik Trump yang dianggap mencoreng citra keagamaan. Konflik ini menambah tekanan pada hubungan diplomatik AS dengan negara-negara Katolik mayoritas, termasuk Italia, serta memperburuk citra Amerika di panggung global.

Selain menyoroti pertentangan antara Trump dan Paus, isu utama yang menjadi latar belakang perseteruan ini adalah program nuklir Iran. Trump menegaskan kebijakan Amerika yang tidak mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir, sementara Paus menekankan perlunya dialog damai dan menolak segala bentuk agresi militer. Iran, melalui kantor kepresidenannya, menolak tuduhan bahwa negara tersebut berniat mengembangkan senjata nuklir, menyebutnya sebagai propaganda Barat.

Ketegangan ini menambah kompleksitas hubungan internasional di tengah situasi geopolitik yang sudah tegang. Amerika Serikat, yang berada di bawah kepemimpinan Trump, terus menekan Iran lewat sanksi ekonomi dan kebijakan luar negeri keras. Sementara itu, Italia harus menyeimbangkan hubungan tradisionalnya dengan Vatikan dan aliansi NATO dengan kebijakan luar negeri yang lebih moderat.

📖 Baca juga:
Uji Coba Nasional: Dari Tes Keamanan Makanan hingga Test Gencatan Senjata dan Tes Alkohol Politik

Secara keseluruhan, serangan Trump terhadap Paus Leo XIV memicu gelombang kecaman dari Iran, Italia, serta komunitas Katolik internasional. Perseteruan ini memperlihatkan bagaimana isu nuklir Iran dapat menjadi titik fokus perdebatan politik global, sekaligus menyoroti peran agama dalam diplomasi internasional. Pada akhirnya, dunia menantikan langkah selanjutnya, baik dari Washington, Tehran, maupun Roma, dalam upaya menurunkan ketegangan dan mencari solusi damai bagi konflik yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *