Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Mei 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) mempromosikan 26 emiten untuk naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama. Keputusan ini ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi berkala otoritas bursa pada Mei 2026. Langkah pemindahan papan pencatatan ini didasarkan pada penilaian bursa atas pemenuhan persyaratan performa keuangan, skala aset, likuiditas, hingga pemenuhan aspek tata kelola perusahaan tercatat.
Kebijakan perubahan papan pencatatan tersebut akan efektif berlaku mulai Jumat (29/5/2026). Di antara jajaran emiten yang berhasil menembus kasta tertinggi pencatatan saham ini, terdapat sejumlah nama besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dan emiten barang konsumen PT Akasha Wira International Tbk. (ADES). Perbankan dan asuransi juga menyumbang perwakilan dalam gelombang kenaikan kelas ini, seperti PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR), PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU), dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG).
Berdasarkan ketentuan otoritas bursa, emiten Papan Utama wajib memenuhi standar operasional, keuangan, dan likuiditas yang jauh lebih ketat apabila dibandingkan dengan Papan Pengembangan. Secara terperinci, Papan Utama mensyaratkan masa operasi atau membukukan pendapatan usaha minimal 36 bulan, wajib mencetak laba usaha setahun terakhir, serta memiliki aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar.
PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) emiten konglomerasi Haji Isam atau Syamsudin Andi Arsyad itu menjelaskan dampak rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor sumber daya alam satu pintu tidak akan berdampak material terhadap usaha maupun keuangan perseroan. Pernyataan itu disampaikan Direktur PGUN, Tamlikho, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menyatakan, masih mencermati perkembangan rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) yang tengah disiapkan pemerintah. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama resmi meluncurkan layanan IRA Internet Rakyat di wilayah Regional-1 yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) emiten konglomerasi Hermanto Tanoko itu membeli tanah dan bangunan milik PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) senilai Rp60,34 miliar di Cikarang Barat, Bekasi. Transaksi afiliasi tersebut diteken pada Senin, 25 Mei 2026.
Kesimpulan: Bursa Efek Indonesia (BEI) mempromosikan 26 emiten untuk naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama. Beberapa emiten besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dan PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) berhasil menembus kasta tertinggi pencatatan saham. Sementara itu, beberapa emiten lain seperti PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) juga melakukan berbagai kegiatan seperti meluncurkan layanan internet rakyat, mencermati perkembangan rencana penerbitan Peraturan Pemerintah, dan melakukan transaksi afiliasi.











